Logo Bloomberg Technoz

“Saya tahu kami bisa melakukan lebih baik,” kata Co-Chief Executive Officer Netflix Greg Peters dalam panggilan dengan para analis pada Selasa. “Peningkatan itu merupakan peluang bagi kami untuk tumbuh lebih jauh.”

Dalam sepekan terakhir, Peters dan Co-CEO Ted Sarandos merombak jajaran pimpinan perusahaan untuk mengatasi apa yang mereka nilai sebagai penurunan kualitas program. Netflix memecat Chief Content Officer Bela Bajaria dan kepala divisi film Dan Lin hanya beberapa hari setelah mengumumkan pemangkasan 6% tenaga kerja, atau sekitar 1.000 orang.

Terakhir kali Netflix melakukan pengurangan karyawan dalam skala besar seperti ini adalah pada 2022, ketika perusahaan melaporkan penurunan jumlah pelanggan kuartalan untuk pertama kalinya dalam lebih dari 10 tahun.

Proyeksi margin operasional perusahaan sebesar 26% untuk kuartal IV terdampak oleh biaya yang terkait dengan pemangkasan karyawan tersebut. Sementara itu, laba per saham sebesar US$0,87 pada kuartal III melampaui proyeksi analis sebesar US$0,82.

Sarandos dan Peters berada dalam posisi sulit. Keduanya berupaya meyakinkan investor bahwa Netflix memiliki prospek cerah, sembari mengakui bahwa kinerja perusahaan belum berjalan sebaik yang diharapkan.

Netflix masih menjadi pemimpin yang jelas di industri layanan streaming. Perusahaan memiliki lebih dari 325 juta pelanggan, yang menurut Netflix setara dengan hampir 1 miliar penonton. Netflix juga menguasai porsi penayangan lebih besar dibandingkan layanan streaming Hollywood lainnya.

Namun, studio-studio Hollywood tidak akan merombak tim pemrograman konten mereka jika semuanya berjalan mulus. Netflix telah melewati berbulan-bulan tanpa menghasilkan film atau serial televisi yang menjadi hit besar dan membentuk percakapan budaya. Perusahaan juga kesulitan menarik penonton untuk menyaksikan serial baru maupun musim terbaru dari serial lamanya. Raihan penghargaan Emmy Netflix merosot ke level terendah dalam 10 tahun pada 2026.

Sarandos dan Peters merekrut Peter Rice, eksekutif senior di industri film dan televisi yang sebelumnya menjabat sebagai Chairman of General Entertainment di Walt Disney Co. dan Presiden 21st Century Fox, untuk menggantikan Bajaria.

“Kami melihat peluang untuk membawa jajaran konten kami ke level berikutnya, terutama di AS,” kata Sarandos, sembari menyoroti pengalaman Rice di berbagai bidang industri hiburan. Rice pernah bekerja di industri film dan televisi sebagai eksekutif sekaligus produser. Ia juga memiliki hubungan erat dengan sejumlah sineas papan atas.

“Kami ingin Netflix selalu menjadi tempat yang ingin dituju orang untuk menghasilkan karya terbaik dalam hidup mereka,” kata Sarandos.

Lama menjadi saham favorit Wall Street, Netflix kini menghadapi skeptisisme yang semakin besar sejak perusahaan berupaya mengakuisisi bisnis streaming dan studio Warner Bros. Discovery Inc. Setelah kalah dalam penawaran tersebut, Netflix kesulitan meyakinkan investor bahwa perusahaan memiliki strategi pertumbuhan yang layak.

Saham Netflix telah turun sekitar 25% sepanjang tahun ini dan lebih dari 40% dibandingkan setahun lalu.

Investor dan analis terus mendesak pimpinan Netflix terkait stagnasi tingkat keterlibatan penonton. Pangsa Netflix dalam jumlah penonton televisi di AS tercatat sebesar 7,8%, menurut lembaga pemantau rating Nielsen, jauh di bawah YouTube yang menguasai sekitar 14%. Penonton Netflix juga hanya menghabiskan waktu 2% lebih banyak untuk menyaksikan konten pada paruh pertama tahun ini dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Seiring pertumbuhannya dari layanan streaming kecil di AS menjadi raksasa global, Netflix berevolusi dari produsen serial televisi prestisius seperti House of Cards dan The Crown menjadi platform hiburan yang lebih luas. Perusahaan kini bersaing dengan beragam pemain, mulai dari saluran olahraga hingga kreator konten YouTube.

Bajaria memimpin divisi yang merilis sejumlah tayangan populer seperti Squid Game dan Wednesday. Ia juga membantu mengarahkan Netflix memasuki era program siaran langsung melalui konten olahraga dan memperluas portofolio program nonfiksi.

Namun, sentuhan sukses Bajaria mulai memudar dalam setahun terakhir, sehingga banyak pihak mempertanyakan kualitas konten Netflix.

“Dalam waktu dekat, investor membutuhkan sejumlah indikasi yang dapat memulihkan keyakinan terhadap prospek pertumbuhan yang seharusnya mampu dihasilkan oleh platform global yang kuat ini,” kata David Joyce, analis Seaport Research Partners, dalam catatan sebelum hasil kinerja dirilis.

Netflix berupaya meningkatkan waktu yang dihabiskan pengguna di platformnya dengan memperluas konten olahraga langsung, podcast, dan gim video. Perusahaan juga mengintegrasikan program film dan televisi dari pihak ketiga, seperti TF1 di Prancis.

Peters mengatakan Netflix terbuka untuk mengintegrasikan konten dari perusahaan lain dan juga akan menjajaki penjualan layanan streaming lain melalui platform Netflix.

(bbn)

No more pages