Selain itu, kata dia, pimpinan BGN juga telah mencopot kepala dapur atau Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) serta ahli gizi yang bertugas di dapur tersebut.
Kasus dugaan keracunan massal itu terjadi pada Selasa (20/10/2026) di Kelurahan Kalijaga, Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon. Para korban terdiri dari anak-anak PAUD, TK, dan SD hingga balita yang menerima makanan melalui posyandu.
Mereka diduga mengalami keracunan setelah menyantap menu sup telur puyuh dari program MBG. Jumlah korban dilaporkan mencapai sekitar 180 orang.
Ketut mengatakan sebagian besar korban telah pulih dan diperbolehkan pulang ke rumah masing-masing.
"180 (korban), tapi sebagian besar sudah pulih dan pulang ke rumah masing-masing," katanya.
Meski demikian, BGN masih memprioritaskan pemulihan kesehatan korban sembari melakukan investigasi untuk menelusuri penyebab kejadian tersebut.
(dec)



























