BI: Ekonomi Global Masih Lesu, Suku Bunga AS Berpotensi Naik Lagi
Pramesti Regita Cindy
21 October 2026 14:55

Bloomberg Technoz, Jakarta - Bank Indonesia (BI) memandang prospek perekonomian global masih lemah disertai dengan ketidakpastian pasar keuangan yang tetap tinggi.
Gubernur BI Destry Damayanti menjelaskan kondisi itu dipengaruhi oleh makin kuatnya tensi perang di Timur Tengah, sehingga mendorong tetap tingginya harga minyak dan berbagai komoditas dunia.
"Pertumbuhan ekonomi global 2026 diperkirakan masih lemah sekitar 3% dan tekanan inflasi tetap tinggi sekitar 4,6%," ujar Destry dalam Konferensi Pers Hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI, Rabu (21/10/2026).
Dia memperkirakan kebijakan moneter global ketat berlanjut untuk jangka waktu yang lebih lama atau higher for longer, termasuk besarnya peluang kenaikan kembali suku bunga kebijakan moneter Amerika Serikat (AS), Fed Funds Rate (FFR).
Terkait hal itu, imbal hasil obligasi AS atau yield US Treasury juga tetap tinggi, sejalan dengan menguatnya ekspektasi terhadap arah kebijakan moneter AS ke depan serta defisit anggaran pemerintah AS yang besar.



























