“Jadi tidak bicara mengenai kerugian negara. Karena Indonesia satu-satunya negara yang menerapkan masalah kerugian negara dan ini memang memberatkan kepada seperti Danantara untuk membuat bisnis yang tentu setiap bisnis apa pun pasti ada risikonya. Nah ini saya kira penting,” sebutnya.
Selain itu, DEN akan meningkatkan penyediaan data akurat dan terkini pada Presiden Prabowo untuk pengambilan keputusan pemerintah. Dia menambahkan, pembaruan data tersebut diperlukan agar presiden memperoleh informasi terkini mengenai dinamika ekonomi global dan dampaknya terhadap Indonesia.
“Kami akan men-feeding presiden dengan data-data yang akurat. Sehingga proses pengambilan keputusan presiden nanti basisnya akan banyak dengan data. Karena dengan data ini saya kira proses pengambilan keputusan akan bisa jauh lebih akurat,” kata Luhut.
“Kiranya kami akan lebih intensif memberikan data-data briefing pada Presiden sehingga dengan begitu dalam keadaan global ekonomi dunia ini sekarang, Presiden ter-upgrade dengan data-data yang update."
(mef/frg)




























