Logo Bloomberg Technoz

IHSG Turun 1%, Saham-saham Ini Jadi Beban

Hidayat Setiaji
21 October 2026 11:25

Karyawan di depan layar pergerakan harga saham (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (14/8/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Karyawan di depan layar pergerakan harga saham (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (14/8/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali terseret ke zona merah. Padahal Indeks mengawali hari di jalur hijau.

Pada Rabu (21/10/2026), IHSG tercatat 5.116,19 pukul 11:02 WIB. Melemah 1% dibandingkan penutupan kemarin.

Kala pembukaan pasar, IHSG berada di posisi 5.310,85. Naik 0,61% dari penutupan perdagangan kemarin.


Gerak IHSG diperberat oleh sejumlah saham yang menjadi top laggards, antara lain:

  • PT Bayan Resources Tbk (BYAN) mengurangi 7,83 poin.
  • PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) mengurangi 5,36%.
  • PT Ekamas Mora Republik Tbk (MORA) mengurangi 4,03 poin.

  • PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) mengurangi 3,03 poin.

  • PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) mengurangi 2,96 poin.

Namun kejatuhan Indeks tertahan akibat oleh sejumlah saham big caps yang menjadi top movers seperti:

  • PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) menambah 5,47 poin.

  • PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menambah 2,29 poin.

  • PT Olympus Strategic Indonesia Tbk (NATO) menambah 1,95 poin.

  • PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) menambah 1,57 poin.

  • PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) menambah 1,18 poin.