Logo Bloomberg Technoz

“Indeks rebound di tengah berbagai sentimen negatif yang masih membayangi pasar,” tulis riset Mirae Asset.

Investor asing, lanjut riset Mirae Asset, juga masih melangsungkan aksi ‘buang barang’. Nilai jual bersih (net sell) investor asing kemarin mencapai lebih dari Rp 2 triliun.

“Jadi, kenaikan kemarin belum serta-merta menunjukkan bahwa kepercayaan investor telah pulih sepenuhnya, mengingat market masih dibayangi ketidakpastian terkait evaluasi MSCI terhadap pasar modal Indonesia,” demikian riset Mirae Asset.

Dari sisi eksternal, kenaikan harga minyak menjadi sentimen negatif bagi IHSG. Pagi ini, harga minyak jenis brent melesat 1,5% ke US$ 110,41/barel per 10:18 WIB. Ini menjadi yang tertinggi dalam lima bulan terakhir.

Kenaikan harga si emas hitam membuat bank sentral di berbagai negara (termasuk Federal Reserve di AS) sulit untuk tidak mengerek suku bunga acuan. Mengutip CME FedWatch, probabilitas kenaikan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin (bps) oleh The Fed dalam rapat bulan ini memang hanya 16,1%.

Namun dalam rapat Desember, peluangnya mencapai 76,1%.

Ini membuat aset-aset di negara berkembang menjadi kurang menarik. Sebab aset berbasis dolar AS menjadi menarik. Misalnya imbal hasil (yield) obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun naik ke 5,129%.

(aji)

No more pages