Logo Bloomberg Technoz

“Hilirisasi aluminium ini meningkat cukup signifikan dan kita perkirakan angka ekspor untuk produk-produk aluminium pada tahun ini menjadi sekitar US$7,2 miliar dolar,” tegas dia.

Kapasitas Pemurnian

Sebagai informasi, Indonesia memiliki kapasitas fasilitas pemurnian (refinery) alumina sebesar 6,3 juta ton per tahun yang diolah dari pasokan sekitar 15 hingga 16 juta ton bijih bauksit, sehingga mampu menghasilkan sekitar 5,3 juta ton alumina per tahun.

“Namun, dari total keluaran alumina tersebut, pasokan yang masuk ke industri peleburan domestik baru berkisar antara 1,4 hingga 1,5 juta ton untuk menghasilkan sekitar 600.000 ton aluminium batangan [ingot] per tahun,” jelas Ketua Umum Gabungan Industri Aluminium Indonesia (Galunesia)  Oktavianus Tarigan, dalam RDP bersama Komisi XII DPR RI, Rabu (9/9/2026).

Adapun, Indonesia diprediksi bakal menyumbang sekitar 66% tambahan kapasitas baru smelter aluminium di luar China pada 2026—2027.

Pada periode tersebut, tambahan kapasitas smelter aluminium diestimasikan mencapai 3,5 juta metrik ton (mt) dari Indonesia, dengan total tambahan di luar China sebanyak 5,34 juta mt.

Berdasarkan riset Shanghai Metals Market (SMM), hingga saat ini sudah terdapat sekitar 1,48 juta mt tambahan kapasitas smelter aluminium yang beroperasi pada 2026, sementara sekitar 420.000 mt diperkirakan beroperasi pada kuartal IV-2026.

SMM memprediksi tambahan kapasitas produksi smelter aluminium di Indonesia pada 2027 bakal meningkat menjadi sekitar 2,25 juta mt.

Sejak awal Juli, terdapat enam proyek baru yang menambah usulan kapasitas sebesar 2,66 juta ton, sehingga total kapasitas proyek yang diusulkan mencapai 23,5 juta ton.

Kendati begitu, SMM mencermati bahwa sebagian besar proyek baru tersebut masih berada pada tahap awal sehingga prospek realisasinya masih perlu diperhatikan.

Di sisi lain, sejumlah proyek yang sebelumnya dijadwalkan mulai beroperasi pada 2026—2027 menghadapi penundaan akibat pembangunan yang lebih lambat dari perkiraan dan berbagai faktor lainnya.

SMM mengemukakan kondisi tersebut membuat proyeksi tambahan kapasitas produksi smelter aluminium yang akan mulai beroperasi pada 2026 direvisi turun dari 2,4 juta mt menjadi sekitar 1,9 juta mt.

Sebagian tambahan, kapasitas produksi smelter aluminium yang semula ditargetkan beroperasi pada 2026 diperkirakan bergeser ke 2027, sementara sebagian proyek 2027 juga berpotensi mundur ke 2028.

Berikut daftar rencana penambahan kapasitas produksi smelter aluminium di Indonesia yang dikompilasi SMM:

2026

  • PT Kemajuan Aluminium Industry: 130.000 metrik ton
  • PT Kalimantan Aluminium Industry: 480.000 metrik ton
  • IMIP-Taijing Aluminium dan Taiyun Aluminium: 600.000 metrik ton
  • Weda Bay Aluminium dan Xinghui Aluminium: 50.000 metrik ton

2027

  • PT Indonesia Pioneer Aluminium Industries: 350.000 metrik ton
  • Weda Bay Aluminium dan Xinghui Aluminium: 750.000 metrik ton
  • PT Bintan Electrolytic Indonesia: 250.000 metrik ton
  • Project 3: 600.000 metrik ton
  • PT Daharma Inti Bersama: 300.000 metrik ton

(azr/wdh)

No more pages