Artinya konsensus itu tidak bulat. Proporsi yang memperkirakan BI Rate ditahan 5,75%, naik 25 basis poin (bps) menjadi 6%, bahkan naik 50 bps ke 6,25% signifikan dalam mewarnai padangan pelaku pasar.
“Ekspektasi kenaikan BI Rate didorong oleh tekanan inflasi, depresiasi rupiah yang berlanjut, serta langkah antisipasi menjelang pertemuan The Fed (Federal Reserve, bank sentral Amerika Serikat/AS) pekan depan. BI mewaspadai inflasi pangan yang telah mencapai 5% yoy karena berpotensi menekan daya beli masyarakat dan meningkatkan risiko inflasi secara lebih luas,” jelas riset Phintraco Sekuritas.
Keputusan BI, lanjut riset Phintraco Sekuritas, akan menjadi faktor penting bagi pergerakan rupiah, pasar obligasi, dan IHSG. Kenaikan suku bunga berpotensi menopang stabilitas rupiah, tetapi juga dapat meningkatkan tekanan pada pasar saham dan harga obligasi akibat ekspektasi biaya pendanaan yang lebih tinggi.
“Investor akan mencermati sinyal BI mengenai arah kebijakan moneter ke depan, terutama keseimbangan antara stabilitas nilai tukar dan dukungan terhadap pertumbuhan ekonomi,” imbuh riset Phintraco Sekuritas.
Saham-saham pilihan versi Phintraco Sekuritas untuk perdagangan hari ini adalah TLKM, BBCA, ANTM, BMRI, BBNI dan BBRI.
Kemudian catatan CGS International Sekuritas Indonesia menyebut bahwa menguatnya mayoritas indeks di bursa Wall Street, meredanya kekhawatiran investor terkait MSCI, dan naiknya harga beberapa komoditas diprediksi akan menjadi sentimen positif di pasar. Sementara itu masih cukup besarnya aksi jual investor asing berpeluang menjadi katalis negatif.
“IHSG diprediksi akan bergerak bervariasi cenderung menguat dengan kisaran support 5.170-5.060 dan resisten 5.390-5.495,” tulis riset tersebut.
CGS International Sekuritas Indonesia menyematkan WIIM, HMSP, MEDC, PWON, ANTM, dan ERAA sebagai saham-saham pilihan hari ini.
Samentara itu, BRI Danareksa Sekuritas (BRIDS) juga menilai bahwa RDG BI akan menjadi faktor penting yang menggerakkan pasar hari ini. Di tengah tekanan arus modal asing dan ketidakpastian MSCI, keputusan BI akan menjadi katalis penting bagi pergerakan rupiah dan IHSG.
“Secara teknikal, IHSG memantul dari support Fibonacci sekitar 4.942, dengan target technical rebound terdekat di 5.318–5.400. Namun, MACD masih berada di zona negatif dengan momentum bearish, sehingga penguatan perlu dikonfirmasi lebih lanjut,” sebut riset BRIDS.
BRIDS memperkirakan support IHSG ada di 5.185. Jika tertembus, maka risiko koreksi ulang meningkat. Penembusan resisten diperlukan untuk memperkuat peluang pemulihan.
Saham-saham pilihan BRIDS hari ini adalah ANTM, ACES, dan BBNI.
(aji)



























