Logo Bloomberg Technoz

Kemenkeu Yakin Yield SBN Bertahan di Kisaran 7% Sampai Akhir 2026

Pramesti Regita Cindy
21 October 2026 09:30

Ilustrasi Pasar Obligasi (Diolah)
Ilustrasi Pasar Obligasi (Diolah)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Kementerian Keuangan meyakini imbal hasil atau yield surat berharga negara (SBN) dapat bertahan di kisaran 7% hingga akhir 2026 di tengah gejolak pasar keuangan. 

Direktur Strategi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Direktorat Jenderal Strategi Ekonomi dan Fiskal Kemenkeu Wahyu Utomo mengatakan pemerintah masih optimistis terhadap asumsi makro dalam APBN 2026, termasuk imbal hasil SBN. Pemerintah juga menilai inflasi masih terkendali sesuai sasaran.

"[SBN sampai akhir tahun] di kisaran 7% lah. [Kita] masih optimis. Perkembangan saat ini kan masih di level yang sama lah di 4-5,6 [%]. [Jadi] Masih terjaga," kata Wahyu ditemui di Jakarta, Selasa (20/10/2026). 


Sebagai catatan, pada perdagangan Senin (19/10/2026) pasar surat utang masih tertekan dipicu kenaikan premi risiko Indonesia di mata investor global. Persepsi terhadap pasar keuangan Indonesia melemah usai pengumuman Morgan Stanley Capital Internationa (MSCI) yang menimbang penurunan klasifikasi dari emerging market ke standalone market. 

Kondisi itu tercermin dari melejitnya yield surat utang tenor acuan 10 tahun ke 7,46%, tertinggi sejak September 2022.