Logo Bloomberg Technoz

Ketika ditanya mengenai persoalan tersebut pada Senin (19/10), Donald Trump mengatakan pemimpin Ukraina itu “tidak tahu apa yang dibicarakannya” dan seharusnya sudah mengakhiri perang sejak lama.

“Kami berbagi informasi intelijen, kami berbagi banyak hal,” kata Trump kepada wartawan. “Jangan bicara kepada saya soal Ukraina. Kami telah memberikan banyak bantuan kepada Ukraina. Mereka tidak memberikan apa pun kepada kami.”

Seorang pejabat senior Departemen Pertahanan AS, yang meminta identitasnya dirahasiakan untuk membahas pertimbangan kebijakan, mengatakan pada Senin bahwa tidak ada perubahan dalam kebijakan Pentagon terkait pembagian informasi intelijen dengan Ukraina.

Serangan pada Minggu merupakan serangan ketiga dalam pekan yang sama ketika Ukraina tidak menerima peringatan dini seperti biasanya dari intelijen AS mengenai serangan Rusia yang akan datang. Ukraina juga menuduh AS membatasi akses terhadap teknologi satelit Starshield milik SpaceX.

Pejabat Ukraina mengatakan dukungan intelijen dari AS selama sepekan terakhir berlangsung tidak menentu, tidak seperti biasanya. Mereka juga belum memperoleh penjelasan mengenai penyebabnya, termasuk apakah hal tersebut berkaitan dengan kondisi cuaca yang memengaruhi visibilitas atau masalah teknis.

Pejabat AS membantah tuduhan bahwa aliran informasi intelijen kepada Ukraina telah diperlambat. Pekan lalu, Trump mengatakan dirinya tidak memerintahkan pembatasan akses Ukraina terhadap Starshield.

Dalam percakapan dengan Senator Demokrat Richard Blumenthal dari Connecticut dan Senator Republik Thom Tillis dari North Carolina, Zelenskyy melaporkan adanya gangguan dalam pembagian informasi intelijen AS mengenai peluncuran rudal balistik Rusia. Hal itu tercantum dalam ringkasan percakapan yang dipublikasikan oleh kedua senator tersebut.

Zelenskyy juga mengatakan kepada para senator bahwa layanan Starlink masih mengalami penurunan kinerja sehingga tidak dapat melacak drone yang bergerak dengan kecepatan lebih dari 161 kilometer per jam.

AS sebelumnya menghentikan sementara pembagian informasi intelijen dengan Ukraina pada Maret 2025, tidak lama setelah Trump memulai masa jabatan keduanya. Saat itu, Trump berjanji mengakhiri perang pada “Hari Pertama”. Keputusan yang berlangsung singkat tersebut diambil setelah pertemuan di Ruang Oval yang berakhir ricuh antara Zelenskyy, Trump, dan Wakil Presiden JD Vance.

Trump meningkatkan kritiknya terhadap Ukraina menjelang pemilihan paruh waktu, ketika Partai Republik yang dipimpinnya menghadapi kemungkinan mengalami kekalahan besar. Ia menuduh Zelenskyy memperpanjang perang sekaligus memberikan konsesi kepada Rusia yang meringankan tekanan ekonomi akibat perang yang dimulai Moskow lima tahun lalu.

Setelah pertemuan terbaru antara pejabat AS dan Ukraina di Miami, pihak Ukraina menafsirkan pernyataan para negosiator AS sebagai ancaman untuk menghentikan dukungan intelijen jika Ukraina tidak menghentikan serangan terhadap kilang minyak Rusia.

(bbn)

No more pages