KOMODITAS TAMBANG
BHP Proyeksi Defisit Tembaga Secara Struktural Mulai 2028
Redaksi
20 October 2026 13:40

Bloomberg Technoz, Jakarta - Chief Financial Officer BHP, Vandita Pant memperkirakan pasar tembaga global akan mengalami defisit struktural mulai sekitar tahun 2028. Sehingga, dibutuhkan tambahan pasokan sebesar 8 juta hingga 10 juta ton pada pertengahan dekade mendatang untuk memenuhi permintaan yang terus meningkat.
Pant menjelaskan tambahan pasokan tersebut setara dengan 8 hingga 10 tambang seukuran Escondida di Cili, yang merupakan tambang tembaga terbesar di dunia.
Dia menambahkan bahwa pasokan tembaga saat ini terkendala oleh penurunan cadangan di tambang-tambang yang sudah ada. Oleh karena itu, proyek-proyek baru sangat diperlukan, bahkan sebelum memperhitungkan pertumbuhan permintaan.
Permintaan tembaga yang sudah ada—yang didorong oleh urbanisasi, industrialisasi, dan pertumbuhan populasi—kini ditambah dengan kebutuhan dari digitalisasi, pengembangan kecerdasan buatan (AI), serta investasi dalam jaringan listrik dan transisi energi.
Menyitir Argus Media, Selasa (20/10/2026), prospek komoditas terbaru dari BHP menunjukkan permintaan tembaga global akan meningkat dari sekitar 34 juta ton pada tahun 2026 menjadi lebih dari 50 juta ton per tahun pada tahun 2050. Permintaan terkait dengan pusat data (data center) diperkirakan mencapai sekitar 3 juta ton per tahun pada 2050.
































