Logo Bloomberg Technoz

“Nah, itu dengan adanya CCTV kemudian ada pop-up, kemudian kita bisa. Artinya kita benahi semua ya, ketaatan dari SOP. SOP dari mulai relawannya, SOP dari kepala dapurnya, kemudian dari mitra yayasannya,” katanya.

Selain pengawasan operasional, BGN juga berupaya memperbaiki tata kelola kemitraan dalam pelaksanaan MBG. Sudaryono mengatakan pihaknya ingin menertibkan praktik yayasan yang dinilai tidak memiliki peran memadai dalam pelaksanaan program tersebut.

Dia menegaskan, integrasi CCTV dengan AI akan diupayakan dengan memanfaatkan perangkat yang sudah tersedia di masing-masing dapur. Dengan demikian, BGN tidak perlu melakukan pengadaan CCTV secara besar-besaran untuk menjalankan sistem pengawasan tersebut.

“Kami berusaha untuk sebisa mungkin itu kita tidak membeli atau melakukan pengadaan-pengadaan untuk misalnya beli CCTV 90.000, nggak ada. Jadi kami berusaha bagaimana mengkoneksi saja,” ujar Sudaryono.

Dia berharap skema tersebut dapat menghindari pengadaan dengan anggaran besar, seperti yang pernah menjadi sorotan pada periode sebelumnya.

“Jadi CCTV yang sudah ada di setiap dapur itu kemudian bagaimana kita koneksikan aja. Jadi insyaallah sih tidak akan ada pengadaan yang bombastis kayak yang lalu-lalu sampai ratusan miliar dan lain sebagainya nggak akan ada,” tegasnya.

Buka Peluang Pengawasan oleh Orang Tua Siswa

Lebih lanjut, Sudaryono mengatakan integrasi CCTV dan AI juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan keterbukaan serta akuntabilitas pelaksanaan program MBG. BGN membuka peluang agar informasi terkait operasional dapur dapat diakses oleh pihak tertentu, termasuk kepala sekolah, guru, dan orang tua siswa.

Namun, dia menegaskan bahwa akses tersebut perlu mempertimbangkan aspek keamanan. Menurut dia, akses video CCTV secara terbuka kepada seluruh masyarakat berpotensi mengungkap kondisi dan tata letak dapur yang seharusnya tidak diketahui oleh semua pihak.

Karena itu, BGN mempertimbangkan mekanisme akses terbatas agar pihak yang berkepentingan dapat ikut mengawasi program MBG tanpa mengabaikan keamanan dapur.

“Makanya kami berharap akses bisa dilakukan oleh orang-orang tertentu, misalnya kepala sekolah, misalnya guru, atau orang tua siswa, sehingga dia tahu bahwa yang mengakses itu siapa,” katanya.

Sudaryono menambahkan, BGN sebelumnya telah menyediakan Radar MBG yang memungkinkan orang tua siswa mencari informasi mengenai menu makanan di sekolah, kandungan gizi, serta SPPG yang memasak makanan tersebut.

“Saya sangat mendukung ya, intinya kami ingin membuka selebar mungkin bagaimana partisipasi publik itu bisa ikut mengawasi MBG,” pungkasnya.

(dec)

No more pages