Nilai tersebut setara dengan sekitar 75,1% dari total portofolio kredit perseroan. Porsi ini menegaskan posisi UMKM sebagai segmen utama pembiayaan BRI dalam mendukung aktivitas ekonomi masyarakat dan pertumbuhan ekonomi nasional.
Selain pembiayaan UMKM, BRI juga memperluas dukungan terhadap sektor pertanian. Hingga akhir triwulan II 2026, pembiayaan BRI untuk sektor tersebut mencapai Rp239,46 triliun, sebagai bagian dari upaya mendukung ketahanan pangan dan produktivitas usaha pertanian.
Dukungan tersebut sejalan dengan Asta Cita ke-2, khususnya agenda mewujudkan swasembada pangan nasional. Melalui akses permodalan, BRI berupaya membantu pelaku usaha pertanian mengembangkan kapasitas produksi dan meningkatkan produktivitas.
Penyaluran KUR Perkuat Sektor Produktif
Dukungan terhadap ekonomi kerakyatan juga diwujudkan melalui penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR). Hingga akhir September 2026, BRI telah menyalurkan KUR sebesar Rp167,01 triliun kepada 2,7 juta debitur. Realisasi tersebut mencapai 87,9% dari alokasi KUR BRI tahun ini sebesar Rp190 triliun.
Dari total penyaluran tersebut, sebanyak Rp114,76 triliun atau 68,71% diarahkan ke sektor produksi. Sektor pertanian, perburuan, dan kehutanan menjadi kontributor terbesar dengan porsi mencapai 42,82%.
Hery menilai pembiayaan produktif memiliki peran penting dalam memperkuat aktivitas ekonomi masyarakat sekaligus mendukung agenda pembangunan pemerintah, terutama dalam menjaga ketahanan pangan.
“BRI terus mengarahkan pembiayaan kepada sektor-sektor yang memiliki dampak langsung terhadap aktivitas ekonomi masyarakat. KUR menjadi salah satu instrumen penting dalam mendukung agenda pemerintah untuk memperkuat ketahanan pangan dan membangun ekonomi nasional dari tingkat akar rumput,” lanjut Hery.
Di sisi lain, BRI memperluas jangkauan layanan keuangan melalui Holding Ultra Mikro (UMi) bersama PT Permodalan Nasional Madani (PNM) dan PT Pegadaian. Ekosistem ini dirancang untuk membuka akses masyarakat terhadap layanan keuangan formal sekaligus memberikan pendampingan sesuai kebutuhan dan perkembangan usaha.
Hingga triwulan II 2026, Holding UMi telah melayani 33,8 juta debitur aktif dan mengelola lebih dari 166 juta rekening simpanan mikro. Sinergi tersebut juga mendorong sekitar 2,3 juta debitur naik kelas, sehingga memiliki peluang untuk mengembangkan usaha dan mengakses layanan keuangan yang lebih luas.
Menurut Hery, keberhasilan pemberdayaan tidak hanya diukur dari tersalurnya pembiayaan, tetapi juga dari perkembangan usaha dan peningkatan kesejahteraan nasabah.
“Bagi kami, keberhasilan terbesar bukan hanya ketika seseorang memperoleh pembiayaan. Keberhasilan yang sesungguhnya adalah ketika usahanya tumbuh, pendapatannya meningkat, kemampuan menabungnya semakin baik, dan kemudian dia mampu mengakses layanan keuangan yang lebih luas sehingga meningkatkan kesejahteraan. Karena itu, naik kelas menjadi salah satu agenda penting yang akan terus kami dorong,” jelas Hery.
Selain melalui pembiayaan, BRI menjalankan program pemberdayaan untuk memperkuat kapasitas UMKM dan ekonomi berbasis desa. Program Desa BRILiaN telah menjangkau lebih dari 6.351 desa di seluruh Indonesia hingga September 2026.
Sementara itu, melalui KlasterkuHidupku, BRI telah mengembangkan lebih dari 45 ribu klaster usaha berbasis komunitas. Ekosistem pemberdayaan ini turut diperkuat oleh platform LinkUMKM by BRI yang telah dimanfaatkan lebih dari 17,6 juta pelaku UMKM.
BRI juga mengoptimalkan peran 54 Rumah BUMN yang telah menyelenggarakan lebih dari 19.525 pelatihan dengan sekitar 654.351 UMKM terdaftar. Program-program tersebut diarahkan untuk meningkatkan kemampuan pengelolaan usaha, memperluas akses pasar, dan memperkuat daya saing pelaku bisnis.
Perluas Akses Perumahan dan Layanan Keuangan Desa
Kontribusi BRI terhadap pembangunan nasional turut mencakup dukungan terhadap Program 3 Juta Rumah. Hingga September 2026, penyaluran kredit pemilikan rumah (KPR) subsidi BRI mencapai Rp19,81 triliun kepada lebih dari 144 ribu debitur.
Pembiayaan melalui skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) mendominasi dengan porsi 98%, menjangkau sekitar 141 ribu penerima manfaat di seluruh Indonesia. Sepanjang 2026, realisasi penyaluran FLPP BRI mencapai 28.084 unit, tumbuh 22,58% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Selain KPR subsidi, BRI menyalurkan Kredit Program Perumahan (KPP) untuk mendukung pengembangan ekosistem perumahan. Hingga akhir September 2026, realisasi penyaluran KPP mencapai Rp12,60 triliun atau 90,05% dari target tahun ini.
Pembiayaan tersebut tidak hanya ditujukan untuk memperluas akses masyarakat terhadap hunian, tetapi juga mendukung aktivitas ekonomi terkait, seperti konstruksi, industri bahan bangunan, dan penyerapan tenaga kerja.
Di tingkat desa, BRI turut mendukung pengembangan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) melalui optimalisasi jaringan BRILink Agen. Jaringan ini memungkinkan masyarakat mengakses layanan keuangan tanpa harus selalu datang ke kantor bank.
Melalui BRILink Agen, masyarakat dapat melakukan setor dan tarik tunai, transfer, serta pembayaran tagihan. Agen juga memfasilitasi akses terhadap produk simpanan dan pembiayaan melalui mekanisme rujukan atau referral sesuai ketentuan yang berlaku.
BRI juga menyatakan kesiapan mendukung arahan Presiden Prabowo Subianto untuk memperluas kepemilikan rekening perbankan bagi masyarakat. Perluasan tersebut diharapkan memperkuat inklusi dan literasi keuangan sekaligus meningkatkan keterhubungan masyarakat dengan sistem keuangan formal.
Arahan itu disampaikan Presiden Prabowo dalam rapat terbatas bersama jajaran pemerintah di Istana Merdeka, Jakarta, pada Senin (7/9/2026). Kepemilikan rekening yang lebih luas dapat menjadi fondasi untuk mendukung penyaluran program pemerintah secara lebih cepat, transparan, dan efisien.
Menutup pernyataannya, Hery menegaskan komitmen BRI untuk terus mengambil peran dalam pembangunan ekonomi nasional melalui pembiayaan produktif, pemberdayaan UMKM, dan perluasan inklusi keuangan.
“Melalui penguatan pembiayaan produktif, pemberdayaan UMKM, perluasan inklusi keuangan, serta optimalisasi layanan hingga pelosok negeri, BRI berkomitmen memastikan bahwa pertumbuhan ekonomi memberikan dampak nyata terhadap peningkatan taraf hidup masyarakat,” pungkas Hery.
(tim)





























