Logo Bloomberg Technoz

Transaksi repo overnight merupakan instrumen yang paling banyak diperdagangkan di pasar uang antarbank. Suku bunganya, yang dikenal sebagai DR001, juga telah menjadi sasaran operasi PBOC, menurut Financial News yang mengutip Pan. Perjanjian tersebut mencerminkan biaya yang harus dibayar bank untuk meminjam dana dari bank lain dalam jangka waktu semalam dengan menggunakan obligasi sebagai jaminan.

Xing Zhaopeng, kepala strategi China di Australia & New Zealand Banking Group Ltd, mengatakan keputusan terbaru tersebut “akan mengubah kerangka kebijakan dan pasar secara signifikan”, meskipun besaran suku bunga yang akan digunakan masih belum jelas.

“Koridor suku bunga saat ini akan dikalibrasi ulang” jika suku bunga overnight reverse repo berada di bawah 1,4%, katanya. Mengingat suku bunga repo overnight antarbank saat ini sudah berada di bawah 1,3%, Xing menilai suku bunga overnight reverse repo berpotensi ditetapkan sebesar 1,25%.

Suku bunga overnight reverse repo tidak berubah di level 1,26% setelah kabar tersebut muncul. Yuan menguat 0,1% menjadi 6,6813 per dolar AS di pasar offshore, mempertahankan kenaikan yang dicatat sebelumnya. Imbal hasil obligasi pemerintah China bertenor 10 tahun dan 30 tahun juga relatif tidak berubah, masing-masing di level 1,64% dan 2,06%.

PBOC pertama kali memperkenalkan tenor overnight dalam operasi pasar terbukanya pada Juni sebagai langkah penting untuk memperluas perangkat pengelolaan likuiditas jangka pendek. Keputusan tersebut memicu spekulasi bahwa suku bunga overnight akan memainkan peran lebih besar dan pada akhirnya menjadi acuan utama kebijakan moneter untuk menentukan biaya pinjaman di pasar.

Pendekatan tersebut akan membuat PBOC beroperasi lebih menyerupai bank-bank sentral utama lainnya, yang cenderung menjadikan suku bunga pasar semalam sebagai sasaran utama operasi kebijakan moneter.

Biaya pinjaman overnight antarbank turun ke bawah 1,3% pada Oktober, mencapai level terendah sejak Mei dan memperlebar selisihnya dengan suku bunga reverse repo tujuh hari. Menurut para analis, penurunan suku bunga pasar belakangan ini mencerminkan ekspektasi terhadap peralihan acuan utama kebijakan moneter China.

PBOC telah melakukan operasi overnight reverse repo setiap bulan sejak Juni hingga September. Frekuensi operasi dan volume dana yang ditawarkan juga terus meningkat. Transaksi tersebut membantu memenuhi kebutuhan dana di pasar, terutama saat pembayaran akhir bulan atau pembayaran pajak.

Selain perubahan suku bunga kebijakan, Pan juga menyerukan peralihan sistem penetapan harga pinjaman bank dan produk keuangan lainnya.

Perusahaan dengan kondisi keuangan yang kuat dapat bernegosiasi dengan bank dan memilih suku bunga repo overnight antarbank sebagai acuan penetapan bunga pinjaman mereka, kata Pan. Sementara itu, suku bunga pinjaman acuan atau loan prime rate (LPR), yang sebelumnya digunakan bank untuk menentukan biaya pinjaman, masih dapat digunakan untuk pinjaman kepada usaha kecil dan perorangan, menurut Pan.

Obligasi dan instrumen derivatif lainnya juga dapat menggunakan suku bunga repo sebagai acuan. Pan mengatakan PBOC akan menerbitkan dokumen panduan pada masa mendatang untuk membantu lembaga keuangan menyelesaikan peralihan tersebut.

LPR semakin kaku dan tidak lagi mencerminkan kondisi pasar secara memadai. Sejak Juli, sejumlah bank telah mulai bereksperimen dengan menggunakan suku bunga antarbank sebagai acuan untuk pinjaman baru mereka.

PBOC juga akan membentuk instrumen likuiditas baru untuk membantu lembaga keuangan nonbank menghadapi permintaan penarikan dana dalam jumlah besar dari nasabah, kata Pan. Menurut laporan Financial News yang mengutip Pan, langkah bersama regulator keuangan dan pasar saham tersebut bertujuan membangun mekanisme untuk menstabilkan pasar obligasi serta mencegah siklus negatif berupa aksi jual beruntun dan risiko pengetatan likuiditas.

(bbn)

No more pages