Logo Bloomberg Technoz

Lonjakan investasi kecerdasan buatan (AI) juga mendorong kenaikan biaya chip dan peralatan. Sementara itu, fenomena El Nino yang kuat juga turut memicu kenaikan harga pangan. 

"Kami memperkirakan inflasi akan mencapai pada kuartal IV-2026, sebelum mereda tahun depan," sebut Hyowung Kwon, Analis Bloomberg Economics, dalam catatannya.

Ia menyebut, perang regional yang meluas dapat mendorong inflasi hingga 5%. Hal ini dapat meningkatkan tekanan terhadap bank sentral untuk memperketat kebijakan moneter. 

Dari dalam negeri, belum ada katalis yang dapat menopang rupiah saat ini. Di pasar surat utang pemerintah, aksi jual terjadi kemarin dengan kenaikan yield di sejumlah tenor. 

Pagi ini, yield tenor pendek-menengah masih terangkat. Seperti tenor 1 tahun naik ke 6,84%, tenor 2 tahun ikut naik ke 6,9%, dan tenor 4 tahun naik ke 7,25%.

Sementara, tenor acuan 10 tahun stabil di 7,43% setelah sempat melejit kemarin menduduki yield tertinggi dalam 4 tahun.

Bank Indonesia (BI) disebut akan terus menjaga stabilitas rupiah yang saat ini sudah menembus angka psikologis Rp18.000/US$. 

“Kami diminta juga oleh Bapak Presiden untuk terus melihat dan mengupayakan kebijakan-kebijakan yang kami miliki, apakah itu dalam bentuk intervensi di swap, DNDF, dan NDF,” kata Gubernur BI Destry Damayanti di Kompleks Istana Negara.

Menurut Destry, BI juga sudah melakukan penjagaan rupiah lainnya  dalam bentuk insentif biaya hedging yang juga sudah diberikan sejak akhir bulan Juni yang lalu untuk diteruskan.

Di tengah berbagai tekanan yang ada, rupiah diperkirakan melemah di rentang Rp18.050-18.150/US$. 

Analisis Teknikal

Analisis Teknikal Rupiah Selasa 20 Oktober 2026 (Sumber: Bloomberg)

Secara teknikal, nilai tukar rupiah masih berisiko melanjutkan tren pelemahan. Target pelemahan menuju level Rp18.080/US$ yang merupakan support pertama dengan target berikutnya harus tertahan di Rp18.100/US$ untuk menjauh dari sMA-100.

Apabila kembali menjebol kedua support tersebut dengan volume yang besar, maka rupiah bisa saja menuju level pesimistis Rp18.200/US$ sebagai support terkuatnya.

Namun jika nilai tukar rupiah mampu menguat, maka resistance yang menarik dicermati ada di level psikologis Rp18.000/US$. Target berikutnya kembali menembus Rp17.900/US$.

(riset/aji)

No more pages