Logo Bloomberg Technoz

Buana Megatama Jaya tercatat sebagai pemasok APP Group, salah satu perusahaan terbesar di industri pulp dan kertas. Dua perusahaan yang menerima pemberitahuan pada Jumat juga merupakan pemasok APP Group.

Dalam tanggapan tertulis, APP Group mengatakan pemberitahuan yang dikeluarkan Singapura merupakan langkah pencegahan dan bukan penetapan bahwa perusahaan telah melakukan pelanggaran. Raksasa industri pulp dan kertas itu menyatakan akan bekerja sama dengan para pemasok terkait untuk mengendalikan kebakaran, mencegah munculnya titik api baru, serta menegakkan kebijakan tanpa pembakaran. APP Group menambahkan bahwa perusahaan telah menginvestasikan hampir US$300 juta untuk pengelolaan kebakaran selama satu dekade terakhir.

Buana Megatama Jaya tidak dapat dihubungi untuk dimintai komentar. Sementara itu, Mananjung Hayak dan Baratama Putra Perkasa belum segera menanggapi permintaan komentar melalui email.

Menurut data NEA, indeks standar polutan (PSI) untuk periode 24 jam—yang menjadi acuan dalam undang-undang tersebut—mencapai 114 pada Senin. Angka ini lebih rendah dibandingkan pekan lalu, ketika tingkat polusi di sejumlah wilayah kota tersebut melampaui 200. Di Pangkalanbun, sebuah kota di Kalimantan, alat pemantau mencatat konsentrasi partikulat mencapai lebih dari 1.000 pada Senin, berdasarkan data badan meteorologi Indonesia. Tingkat di atas 250 dikategorikan berbahaya.

Singapura juga berupaya menegakkan undang-undang kabut asap lintas batas pada 2015. Namun, Kementerian Lingkungan Hidup Singapura saat itu mengatakan pihaknya kesulitan memperoleh informasi dari mitranya di Indonesia mengenai perusahaan-perusahaan yang diduga melakukan pembakaran ilegal. Sepuluh tahun berlalu, empat perusahaan masih dalam penyelidikan.

(bbn)

No more pages