Sementara itu, untuk Penanaman Modal Asing alias PMA, Jawa Barat menempati posisi pertama dengan nilai Rp139,2 triliun atau 17,9%.
Selanjutnya, investasi PMA di Sulawesi Tengah menempati peringkat kedua sebesar Rp110 triliun atau 14,1%, kemudian Maluku Utara Rp91,9 sebesar triliun atau 11,8%, DKI Jakarta sebesar Rp89,1 triliun atau 11,5%, dan Kalimantan Barat sebesar Rp42,7 triliun atau 5,5%.
Jika ditotal, lima besar lokasi realisasi investasi adalah DKI Jakarta sebesar Rp249,3 triliun atau 16,2%, Jawa Barat sebesar Rp229,1 triliun atau 14,9%, Sulawesi Tengah sebesar Rp116 triliun atau 7,5%, Jawa Timur sebesar Rp110,5 triliun atau 7,2%, dan Maluku Utara sebesar Rp96 triliun atau 6,2%.
Berdasarkan sektor, kontribusi terbesar PMA berasal dari industri logam dasar, barang logam yang bukan mesin dan peralatannya, sebesar Rp216,6 triliun atau 31,7%.
Sementara itu, sektor dengan realisasi PMDN tertinggi adalah transportasi, gudang, dan telekomunikasi, sebesar Rp117,8 triliun atau 15,5%. Jika PMDN dan PMA digabungkan, sektor tersebut mencatat investasi sebesar Rp269,2 triliun atau 17,5%.
Untuk negara asal investasi selama Januari sampai September 2026, lima besar berasal dari Singapura sebesar US$14 miliar atau 29,6%, Hong Kong sebesar US$12,8 miliar atau 27,2%, China sebesar US$5 miliar atau 10,5%, Amerika Serikat sebesar US$3,4 miliar atau 7,1%, dan Jepang sebesar US$2,6 miliar atau 5,6%.
Jika Hong Kong dan China digabungkan, nilai investasinya mencapai US$17,8 miliar, lebih besar dibandingkan Singapura yang mencapai US$14 miliar.
Sementara, kontribusi investasi hilirisasi mencapai 31,2% dari total investasi yang masuk, dengan nilai sekitar Rp480 triliun atau meningkat 11,3%.
Komoditas dengan nilai investasi terbesar masih berasal dari sektor mineral, mencapai Rp335,1 triliun. Komoditas tersebut antara lain nikel, bauksit, besi dan baja, tembaga, pasir silika, dan lainnya.
Selanjutnya, investasi di sektor perkebunan dan kehutanan mencapai Rp83,6 triliun, minyak dan gas bumi Rp54 triliun, serta perikanan dan kelautan Rp7,3 triliun.
(ell)




























