Logo Bloomberg Technoz

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan stok bensin bersubsidi RON 90 atau Pertalite di Bali saat ini sekitar 11–12 hari.

Dia mengungkapkan terdapat penurunan stok BBM di Bali yang disebabkan keterlambatan distribusi. Namun, dia mengklaim telah memerintahkan agar stok Pertalite di Bali ditingkatkan menjadi 15 hari.

Ihwal Solar atau diesel bersubsidi, Bahlil menyatakan stoknya berada di atas enam hari, tetapi dirinya mengatakan Indonesia tak lagi mengimpor solar CN 48.

"Jadi insyaallah ini kita akan jaga ritmenya terus. Sekarang cadangan di Bali 11 hari–12 hari, saya meningkatkan menjadi 15 hari. Jadi kapal saya tambah tujuh untuk mensuplai," ujar Bahlil dalam kesempatan yang sama.

Janji Tak Terulang

Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Simon Aloysius Mantiri memberikan janji antrean panjang pembelian BBM di Bali tak kembali terjadi, sebab perseroan terus melakukan evaluasi atas kendala yang terjadi.

"Saya atas nama Pertamina Group sebagai Direktur Utama, dari lubuk hati yang paling dalam, saya menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya dan kami berjanji dan berkomitmen bahwa kejadian ini tidak akan terulang di kemudian hari," kata Simon dalam kesempatan tersebut.

Berdasarkan data Pertamina, dua kapal pengangkut BBM telah bersandar di Bali pada 16 Oktober 2026 dengan total muatan 20 juta liter Pertalite.

Tambahan pasokan 20 juta liter Pertalite tersebut didistribusikan melalui dua fasilitas penerimaan BBM. 

Sebanyak 16 juta liter disalurkan melalui terminal Manggis menggunakan kapal MT Pangkalan Brandan, sedangkan 4 juta liter lainnya diterima melalui terminal BBM Sanggaran menggunakan kapal MT Asian Rigel.

Per 17 Oktober 2026, stok BBM di Terminal Sanggaran dan Terminal Manggis ditingkatkan hingga sekitar 48 juta liter. Selain pasokan yang telah tiba, Pertamina Patra Niaga juga memperkuat suplai sekitar 57,9 juta liter BBM yang dijadwalkan tiba bertahap pada 14 hingga 17 Oktober 2026. 

Sebelumnya, PPN juga telah menerjunkan sebanyak 108 mobil tangki dan 465 Awak Mobil Tangki (AMT) untuk mempercepat pemulihan serta penyaluran BBM di Bali.

Dari total armada yang dikerahkan, penguatan distribusi mencakup 99 unit mobil tangki standby dan sembilan unit spot charter.

Penyaluran armada tersebut disokong langsung oleh 465 personel AMT, yang terdiri dari 365 personel utama dan 100 personel bantuan lintas daerah.

(azr/ros)

No more pages