Dengan demikian, Arilangga hanya meminta kepada awak media untuk mencermati perkembangan selanjutnya.
"Nanti kita lihat aja," tegasnya.
Sementara, pada kesempatan yang sama Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Friderica Widyasari Dewi hanya mengatakan secara singkat bahwa pihaknya telah melakukan berbagai upaya untuk merespons perkembangan pasar saham.
"Kita sudah melalukan berbagai upaya semoga situasinya membaik," pungkasnya.
Tak bisa dipungkiri, pengumuman Morgan Stanley Capital International (MSCI) memicu tren pelemahan IHSG setelah pengumuman membuka konsultasi perubahan klasifikasi Indonesia dari Emerging Market menjadi Standalone Market, sebagaimana mengutip BRI Danareksa Sekuritas.
IHSG pada perdagangan hari ini, Senin (19/10/2026), dibuka melemah. Hingga pukul 9.10 WIB, indeks kehilangan 269,54 poin atau setara dengan melemah 5,2% ke level 4.915.
Berdasarkan data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) usai sepuluh menit berlangsung, volume perdagangan tercatat 4,8 miliar saham dengan nilai transaksi Rp4,81 triliun. Adapun frekuensi yang terjadi sebanyak 282.025 kali diperjualbelikan.
Sebanyak 715 saham melemah, dan hanya ada 44 saham menguat. Sementara, 27 saham tidak bergerak.
Phintraco Sekuritas menyebut, Katalis negatif dari MSCI berpotensi masih akan mendominasi, meskipun perpindahan kelas tersebut masih berupa usulan dan pengkajian serta belum pasti akan terjadi. Namun hal tersebut telah meningkatkan ketidakpastian di pasar modal Indonesia, sehingga membuat investor cenderung menghindari risiko.
Adanya upaya dari otoritas bursa untuk melakukan penegakan hukum terhadap pihak-pihak yang dianggap melakukan pelanggaran, dalam jangka pendek berpotensi meningkatkan volatilitas dan ketidakpercayaan. Namun jika diimplementasikan dengan baik, dalam jangka panjang akan kembali meningkatkan kredibilitas dan kepercayaan investor terhadap pasar modal Indonesia.
"Secara teknikal, IHSG diperkirakan menguji level psikologis di 5.000 pada pekan ini, jika break berpotensi menguji support berikutnya di level 4.700–4.800," mengutip analisis Phintraco.
(lav)

























