Untuk memastikan kemampuannya memahami konteks lokal, model AI GoTo ini dilatih menggunakan teks dan data berbahasa Indonesia dan bahasa daerah, serta berbagai sumber seperti media, situs web sektor publik, dan data dari berbagai mitra perguruan tinggi.
GoTo juga telah mempekerjakan mahasiswa magang dari tujuh universitas yang tersebar dari Sumatra hingga Sulawesi, termasuk Universitas Udayana di Bali dan Universitas Sumatera Utara (USU). Para mahasiswa ini bekerja langsung bersama tim AI GoTo dalam berbagai proyek konkret, mulai dari persiapan data dan pelatihan model hingga tahap pengujian. Mereka juga turut berkontribusi dalam melatih teknologi speech (suara) bahasa Indonesia milik GoTo serta membantu proses pengumpulan data bahasa daerah, termasuk Bali dan Batak.
GoTo berharap LLM ini dapat membantu talenta digital Indonesia untuk mengembangkan perangkat AI yang kaya akan konteks lokal dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat Indonesia.
“AI yang dirancang untuk penggunaan global mungkin belum sepenuhnya optimal dalam memahami data lokal dan cara masyarakat Indonesia berkomunikasi, mulai dari singkatan sehari-hari hingga bahasa daerah yang digunakan sejak kecil di rumah. Di GoTo, kami berupaya menjawab tantangan ini dengan mengembangkan AI yang relevan secara lokal bagi para pengguna kami,” tutup Hans.
(tim)




























