Logo Bloomberg Technoz

Selain memenuhi regulasi, pelaku usaha perlu berinovasi mengikuti selera konsumen. Maria mencontohkan perbedaan preferensi rasa untuk produk makanan di sejumlah kawasan, yang menuntut produsen menyesuaikan formulasi produk dengan kebutuhan pasar.

“Selera pasar itu harusnya membuat kita lebih berinovasi,” ujarnya.

Peluang juga terbuka bagi produk berbahan baku alam yang dikembangkan dengan pendekatan berkelanjutan. Maria mencontohkan gula aren yang kini tersedia dalam beragam bentuk, seperti cairan, kubus, dan kemasan saset untuk memenuhi kebutuhan konsumen yang menginginkan produk praktis saat bepergian.

Menurut dia, pelaku usaha perlu melihat peluang tersebut sebagai ruang untuk mengembangkan variasi produk, bukan hanya mengandalkan penjualan dalam jumlah besar atau bentuk curah.

Untuk membantu UMKM mempersiapkan diri, Indonesia Eximbank menyediakan layanan konsultasi melalui Coaching Program for New Exporters (CPNE). Program ini membina pelaku usaha berdasarkan tingkat kesiapan ekspor, mulai dari yang berpotensi ekspor hingga yang telah mahir dan ingin memperluas jangkauan pasar.

Bagi pelaku usaha yang masih membangun kapasitas, pendampingan dapat diarahkan pada peningkatan kualitas produk. Sementara bagi eksportir yang telah memiliki pasar, dukungan dapat difokuskan pada perluasan negara tujuan serta kebutuhan pembiayaan, asuransi, dan penjaminan.

Maria menyebutkan, sejak 2009 sebanyak 7.646 pelaku usaha telah mengikuti CPNE secara daring maupun luring. Program tersebut dijalankan bersama kementerian dan lembaga lain untuk memperkuat ekosistem ekspor nasional.

Melalui konsultasi dan pendampingan, Indonesia Eximbank mendorong UMKM tidak hanya memiliki produk yang potensial, tetapi juga mampu memenuhi ketentuan serta menyesuaikan penawaran dengan kebutuhan konsumen internasional.

(tim)

No more pages