“Kami mendukung peta jalan G20 untuk pembayaran lintas negara agar transaksi menjadi lebih cepat, murah, transparan, dan mudah diakses. Perbaikan ini akan memberi manfaat bagi dunia usaha, memfasilitasi perdagangan internasional, serta mendorong inklusi keuangan,” tutur Destry.
BI juga mendorong pembayaran QR lintas negara dan penggunaan mata uang lokal untuk meningkatkan efisiensi pembayaran, mendukung perdagangan, serta memperluas inklusi keuangan. Di dalam negeri, BI memperluas pemanfaatan QRIS oleh generasi muda dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) guna membangun rekam jejak transaksi digital dan meningkatkan akses terhadap pembiayaan formal.
Dalam pertemuan IMF-World Bank tersebut, para menteri keuangan dan gubernur bank sentral negara G20 menyepakati Agenda Kebijakan Global untuk memperkuat ketahanan ekonomi dunia.
Agenda tersebut mencakup pemeliharaan stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan, perbaikan iklim usaha, modernisasi pasar tenaga kerja, serta pemanfaatan kecerdasan artifisial (AI) dan digitalisasi yang didukung investasi pada infrastruktur digital dan energi berkelanjutan.
Pembahasan juga mencakup upaya mengatasi ketidakseimbangan global, mengelola kerentanan utang, menjaga kelancaran perdagangan, serta memperkuat jaring pengaman keuangan global.
(lav)


























