Dia menambahkan bahwa kepolisian bersiap menghadapi kemungkinan aksi kekerasan yang dilakukan kelompok ekstrem di antara para demonstran di kota-kota besar pada penghujung hari.
Kepolisian, yang meningkatkan pemeriksaan menjelang demonstrasi, telah menangkap 40 orang di wilayah Paris hingga pukul 09.30 pada Sabtu.
Sebagian besar ditangkap karena membawa senjata atau perlengkapan pelindung yang dilarang.
Gejolak di Prancis bukanlah fenomena yang berdiri sendiri. Aksi protes menyebar ke berbagai negara Eropa, termasuk Spanyol, Italia, Albania, dan Belgia, dengan tuntutan demonstran antara lain perumahan yang lebih terjangkau dan penurunan biaya hidup.
Di Portugal, Tiago Oliveira, pemimpin konfederasi serikat pekerja terbesar di negara itu, CGTP, mengatakan demonstrasi yang dimulai pada Sabtu di Lisbon dan sejumlah wilayah lainnya bertujuan menyuarakan aspirasi masyarakat yang kesulitan menghadapi “kenaikan tajam” harga perumahan, bahan bakar, dan pangan.
Gerakan Rompi Kuning
Aksi protes Rompi Kuning di Prancis pada 2018 dipicu oleh rencana kenaikan pajak bahan bakar di bawah Presiden Emmanuel Macron.
Para demonstran menilai kebijakan tersebut memberikan beban yang tidak proporsional kepada masyarakat pedesaan dan kelas pekerja yang bergantung pada mobil.
Meski gerakan massa yang mencapai puncaknya pada tahun-tahun awal telah mereda, para aktivis Rompi Kuning tidak pernah sepenuhnya berhenti turun ke jalan.
Inisiatif demonstrasi pada Sabtu awalnya diusulkan oleh seorang pengguna TikTok tanpa agenda politik yang jelas.
Para aktivis Rompi Kuning segera memanfaatkan momentum tersebut untuk mencoba menghidupkan kembali gerakan mereka, dengan menyerukan aksi turun ke jalan melalui media sosial.
Aksi demonstrasi yang terus berlangsung di kalangan siswa sekolah menengah untuk memprotes kondisi ruang kelas, ketidakhadiran guru, dan penerimaan mahasiswa di perguruan tinggi pada awalnya tidak berkaitan dengan gerakan Rompi Kuning.
Sekitar 57% masyarakat Prancis mendukung gerakan mahasiswa tersebut, menurut jajak pendapat Cluster 17 yang diterbitkan pada Minggu.
Pemerintah Prancis berjanji mempertimbangkan keluhan para mahasiswa, tetapi tidak memiliki ruang fiskal untuk meningkatkan anggaran pendidikan secara drastis.
Di tengah pembahasan anggaran yang berlangsung di Majelis Nasional, Perdana Menteri Sebastien Lecornu berupaya memperoleh dukungan parlemen untuk mengekang belanja secara tajam dan menekan defisit fiskal menjadi 5% dari produk domestik bruto (PDB) pada 2027, target yang gagal dicapai tahun ini.
Kelompok-kelompok oposisi, yang telah dua kali menjatuhkan perdana menteri terkait rencana anggaran dalam dua tahun terakhir, enggan berkompromi. Sementara itu, pemilihan presiden akan berlangsung dalam waktu kurang dari tujuh bulan.
Protes di Portugal menyusul demonstrasi terkait perumahan di Porto pada awal pekan ini, yang berujung pada bentrokan antara polisi dan demonstran yang berkemah di sebuah lapangan.
Sekitar 40 orang dilaporkan terluka. Perdana Menteri Luís Montenegro menolak anggapan bahwa gejolak tersebut menandakan pergolakan politik yang lebih luas.
Harga rumah di Portugal melonjak lebih dari 16% pada kuartal II dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, menjadi kenaikan tercepat di Uni Eropa, menurut Eurostat.
Permintaan dari pembeli asing dan kelangkaan perumahan mendorong lonjakan tersebut. Sementara itu, perumahan sosial hanya mencakup sekitar 2% dari total stok perumahan di negara itu, salah satu porsi terendah di Uni Eropa.
(bbn)






























