“Warsh sengaja berupaya meredam ekspektasi pasar terhadap kebijakan suku bunga yang lebih hawkish dan memulihkan stabilitas pasar US Treasury,” kata Gerald Gan, Chief Investment Officer di Reed Capital Partners.
“Meski inflasi masih menjadi perhatian dan pengetatan kebijakan lebih lanjut tidak dapat dikesampingkan, nada terbaru Warsh mengindikasikan belum ada urgensi untuk menaikkan suku bunga secara berturut-turut.”
Harga emas terus tertekan oleh ekspektasi kenaikan biaya pinjaman sepanjang tahun ini. Harganya telah turun sekitar seperlima sejak AS dan Israel melancarkan perang terhadap Iran pada akhir Februari, yang mengganggu pasar energi dan memicu inflasi. Kondisi tersebut mendorong bank-bank sentral memperketat kebijakan moneter. The Fed pun menaikkan suku bunga untuk pertama kalinya sejak 2023 pada bulan lalu.
Harga emas relatif tidak berubah sepanjang pekan ini, setelah sempat menguat pada Kamis. Kekhawatiran terhadap lonjakan investasi kecerdasan buatan (AI) memicu aksi jual saham teknologi dan reli obligasi yang menekan imbal hasil. Pergerakan tersebut terjadi setelah data inflasi, harga produsen, dan penjualan ritel AS menunjukkan angka yang lebih tinggi dari perkiraan.
Harga emas spot turun 0,1% menjadi US$4.168,49 per troy ounce pada pukul 16.25 waktu New York. Harga perak dan paladium juga melemah, sementara platinum naik 0,2%. Indeks Bloomberg Dollar Spot turun 0,2%.
(bbn)



























