Logo Bloomberg Technoz

Ibrahim kemudian menyoroti kenaikan harga minyak mentah dunia yang berpotensi meningkatkan kebutuhan dolar untuk pembayaran impor energi, meskipun Indonesia sudah mencapai swasembada dengan menggunakan CPO.

Pada saat yang sama, Ibrahim turut memperkirakan bahwa sering langkah intervensi Bank Indonesia (BI) dalam menstabilkan rupiah, cadangan devisa juga diantisipasi bisa tergerurs pada Oktober 2026.

"Hari ini rupiah sudah di Rp18.060/US$. Ada kemungkinan besar sampai akhir Oktober, kalau seandainya permasalahan-permasalahan ini tidak bisa terselesaikan, kemungkinan besar akan ke Rp18.500/US$," pungkasnya.

Mengutip Bloomberg, rupiah Non-Deliverable Forward (NDF) sudah tembus Rp18.064/US$ pagi ini 07.15 WIB. Pasar keuangan merespons negatif pernyataan MSCI. Kemarin, rupiah offshore masih berada di kisaran Rp17.992/US$, lalu volatilitas rupiah berhasil ditekan ke level 17.944/US$.

Sementara itu, rupiah menutup perdagangan pekan ini dengan pelemahan 0,41% ke Rp18.011/US$, bersamaan dengan aksi jual di pasar surat utang dan penguatan yang terjadi di pasar valuta Asia. 

(prc/wep)

No more pages