Logo Bloomberg Technoz

Airlangga Akui IHSG dan Rupiah Anjlok Imbas Pengumuman MSCI

Pramesti Regita Cindy
16 October 2026 13:50

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto saat konferensi pers Nota Keuangan dan RAPBN 2027 di Jakarta, Jumat (14/8/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean K)
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto saat konferensi pers Nota Keuangan dan RAPBN 2027 di Jakarta, Jumat (14/8/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean K)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menanggapi soal Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang sempat mengalami penghentian sementara alias trading halt dan juga rupiah yang bertengger di atas Rp18.000 per US$.

Menurut Airlangga, penyebab utama dari penghentian pasar dan pelemahan rupiah ini terjadi karena  usulan terbaru MSCI, yang menilai pasar saham Indonesia tidak lagi memenuhi syarat untuk menyandang status pasar emerging market, dan membuka opsi menurunkan kasta ke standalone market.

“Ya pertama tentu ada akibat daripada pengumuman MSCI Tapi pengumuman MSCI itu merupakan suatu hal yang katakanlah lebih cepat daripada ekspektasi yang sebetulnya mereka menjanjikannya di bulan November, tapi ini di Oktober,” kata Airlangga kepada wartawan di Kantor Koordinator Bidang Perekonomian, Jumat (16/10/2026).


Terkait gejolak pasar ini, Airlangga mengatakan pemerintah telah menjadwalkan pertemuan dengan Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK), yang melibatkan otoritas terkait, pada Jumat (16/10/2026). Namun, dia belum menyampaikan lokasi pertemuan tersebut.

Airlangga juga menyebut pemerintah telah memantau pertemuan antara MSCI, Gubernur Bank Indonesia, dan Menteri Keuangan sebelumnya. Meski demikian, dia menilai pengumuman terbaru MSCI memberikan kepastian mengenai tenggat waktu pelaksanaan reformasi, yang kini bergeser ke tahun depan.