Logo Bloomberg Technoz

CNN melaporkan awal pekan ini bahwa AS telah menyusun rencana serangan yang dapat mencakup penggunaan bom GBU-43/B Massive Ordnance Air Blast (MOAB), dengan mengutip sejumlah pejabat yang mengetahui persoalan tersebut. Pada 2017, saat pemerintahan Trump periode pertama, senjata itu dijatuhkan ke posisi-posisi kelompok Negara Islam (ISIS) di Afghanistan.

MOAB merupakan senjata termobarik, yang juga dikenal sebagai “bom vakum”. Senjata ini menyedot oksigen dari udara di sekitarnya untuk memicu ledakan. Daya ledaknya dapat menyebabkan paru-paru pecah.

Perang dengan Iran telah menjadi salah satu isu utama dalam pemilihan AS. Para pemilih menyebut konflik tersebut sebagai salah satu penyebab kenaikan harga bensin eceran dan solar, di tengah kampanye yang berfokus pada perekonomian dan biaya hidup.

Harga energi masih bertahan tinggi meskipun Trump telah berupaya menurunkannya. Upaya tersebut mencakup negosiasi kesepakatan energi dengan Rusia, pelonggaran sanksi, serta pemberian pengecualian terhadap sanksi untuk jenis bahan bakar diesel tertentu. Sejumlah kandidat Partai Republik di negara bagian yang persaingannya ketat bahkan mengambil sikap berbeda dari Trump dengan menyatakan bahwa perang yang dimulai pada akhir Februari itu harus segera diakhiri.

Meski Trump berulang kali mengatakan konflik dengan Iran akan segera berakhir, perang tersebut hingga kini masih berlangsung.

Dalam wawancara itu, Trump ditanya mengapa ia tidak langsung menyatakan kemenangan atas Republik Islam Iran dan mengakhiri operasi militer. Ia menjawab bahwa dirinya bisa melakukan hal tersebut, “tetapi kita mungkin harus kembali ke sana dalam waktu satu tahun.”

Trump mengatakan AS sedang mempertimbangkan serangan pada masa mendatang terhadap Gunung Pickaxe di Iran dan kompleks terowongan yang tertanam jauh di bawah permukaan tanah. “Kita mungkin harus pergi ke sana,” kata Trump, seraya menambahkan bahwa AS mungkin perlu “melancarkan serangan terhadap lokasi itu.” Belum jelas apakah senjata seperti MOAB akan efektif terhadap lokasi yang memiliki pertahanan berlapis tersebut, yang terletak tepat di sebelah selatan fasilitas pengayaan uranium utama Iran di Natanz.

Di sisi lain, Trump menegaskan bahwa AS tidak berencana mengerahkan pasukan darat ke Iran. “Tidak, saya tidak melihat kemungkinan itu,” katanya.

“Perang Iran akan segera berakhir,” ujar Trump kembali. “Perang ini akan segera berakhir, dengan satu atau lain cara. Perang ini akan berakhir.”

(bbn)

No more pages