Logo Bloomberg Technoz

Friderica menegaskan bahwa OJK menghormati independensi lembaga penyedia indeks global serta menghargai masukan dari seluruh pemangku kepentingan.

"Kami meyakini pasar modal domestik tetap prospektif dan menarik. Hal ini didukung oleh fundamental perekonomian Indonesia yang terjaga, basis investor yang terus bertumbuh, valuasi saham yang kompetitif, dan kinerja fundamental emiten yang secara umum masih positif," ujar Friderica.

Keterlibatan yang berkesinambungan tersebut dilakukan untuk memastikan bahwa otoritas Indonesia dapat mengkomunikasikan perkembangan terkini reformasi pasar modal Indonesia, sekaligus memperoleh masukan dan rekomendasi kebijakan demi penyempurnaan yang berkelanjutan.

Untuk diketahui, MSCI telah membuka konsultasi untuk reklasifikasi indeks saham Indonesia dari status Pasar Berkembang (Emerging Market) menjadi Pasar Mandiri (Standalone Market).

"MSCI mengumumkan dimulainya konsultasi untuk reklasifikasi indeks MSCI Indonesia dari Emerging Market menjadi Standalone. MSCI akan memberikan pengumuman final pada akhir Juni 2027 dan bisa saja memberikan pembaruan interim selama proses ini," ungkap MSCI dalam pengumuman resminya.

Meski demikian, MSCI tetap menyampaikan pengakuan (acknowledgement) atas pelaksanaan inisiatif reformasi pasar modal Indonesia yang telah berjalan. Beberapa di antaranya meliputi publikasi kepemilikan saham di atas 1%, peningkatan rincian (granularitas) klasifikasi investor, pengumuman High Shareholding Concentration (HSC), serta kebijakan baru mengenai kenaikan batas minimum saham publik (free float).

Berdasarkan keterangan di situs resmi MSCI, kategori Standalone umumnya mencakup dua kondisi: pasar baru yang belum pernah masuk dalam cakupan MSCI, atau pasar yang mengalami penurunan signifikan dari segi aksesibilitas, ukuran, maupun likuiditas. Saat ini, beberapa negara yang masuk dalam kategori Standalone antara lain Argentina, Jamaica, Panama, Trinidad & Tobago, Bosnia-Herzegovina, Bulgaria, Lebanon, Malta, Nigeria, Palestina, Ukraina, dan Zimbabwe.

Langkah konsultasi terhadap Indonesia dilakukan setelah MSCI menerima laporan kekhawatiran dari sejumlah pelaku pasar terkait kurangnya transparansi struktur kepemilikan saham dan dugaan perilaku perdagangan yang terkoordinasi. Pelaku pasar menilai belum ada kemajuan yang konsisten dan memadai di pasar saham domestik.

"Meskipun reformasi telah diumumkan, kekhawatiran signifikan masih ada terkait disfungsi pasar, termasuk dugaan perilaku perdagangan terkoordinasi yang terus berlanjut dan tidak adanya bukti penegakan aturan yang berarti," tulis MSCI dalam keterangannya.

(dhf)

No more pages