Gas dari lapangan Jangkrik diproses di FPU sebelum dialirkan melalui pipa bawah laut sepanjang 79 kilometer menuju fasilitas penerima di darat.
Gas tersebut selanjutnya disalurkan untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik dan fasilitas pencairan gas alam cair atau liquified natural gas (LNG) Bontang.
Sementara itu, lapangan gas Maha terletak di Blok West Ganal, lepas pantai Kalimantan Timur, sekitar 16 kilometer di tenggara FPU Jangkrik.
Lapangan yang dioperasikan Eni West Ganal Ltd. tersebut memiliki potensi untuk dikembangkan dengan memanfaatkan infrastruktur produksi Jangkrik.
Penemuan gas di lapangan Maha dikonfirmasi melalui pengeboran sumur Maha-2 pada 2021, sumur tersebut mencatat potensi aliran gas sebesar 34 MMscfd saat pengujian.
Pengembangan Maha berlanjut melalui pengeboran sumur eksplorasi Maha-4, sumur tersebut memiliki potensi aliran gas sekitar 180 MMscfd.
Akan tetapi, produksi dibatasi menjadi sekitar 100 MMscfd akibat keterbatasan fasilitas eksisting di kepala sumur.
Sekadar informasi, dua lapangan gas yang bakal segera onstream tersebut tercatat dalam salah satu wilayah kerja (WK) yang sahamnya dilego Eni baru-baru ini.
Eni melepas 10% hak partisipasi atau participating interest (PI) di tiga WK Kalimantan Timur, yakni; North Ganal, Rapak, dan East Sepinggan.
Transaksi tersebut dilakukan Eni dengan PT Pertamina Hulu Energi (PHE). Melalui akuisisi tersebut, PHE bakal memiliki 10% PI di WK North Ganal dan Rapak, serta penambahan PI di WK East Sepinggan dari sebelumnya 15% menjadi 25%.
Dalam kesempatan yang berdekatan, Eni juga melepas 10% hak partisipasi di 4 WK di Cekungan Kutai, Kalimantan Timur ke PT Medco Energi Internasional Tbk. (MEDC). Keempat WK itu a.l. Muara Bakau, Ganal, West Ganal, dan East Ganal.
(azr/wdh)





























