Adapun, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia juga baru saja meresmikan kilang LPG baru di Cilamaya, Jawa Barat milik PT Energi Nusantara Perkasa (ENP).
Kilang tersebut memiliki kapasitas pengolahan gas sebesar 40 MMscfd, dengan apasitas produksi LPG sebesar 160 metrik ton per hari atau 52.800 metrik ton per tahun. Kemudian, kilang tersebut menghasilkan kondensat sebanyak 320 barel per hari atau 105.600 barel per tahun.
Produksi LPG 52.800 metrik ton/tahun dari kilang tersebut setara dengan sekitar 18,7 juta tabung LPG berukuran 3 kilogram per tahun.
Adapun, gas sisa pengolahan atau lean gas dikembalikan kepada PT Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java (PHE ONWJ).
Sebelumnya, Bahlil juga telah meresmikan LPG Plant Tuban yang dioperasikan oleh PT Sumber Aneka Gas (SAG).
Kilang LNG mini tersebut memiliki kapasitas produksi setara dengan 55.300 metrik ton per tahun, dengan kapasitas produksi komoditas migas lainnya; LPG 9.800 metrik ton per tahun, gas kondensat 19.600 barel per tahun, serta CO₂ (liquid) 21.000 metrik ton per tahun.
Tak hanya itu, fasilitas pengolahan gas bumi milik PT SAG tersebut juga mampu memproduksi gas alam terkompresi atau compressed natural gas (CNG) dengan kapasitas 6 MMscfd
Suplai gas kilang LNG mini tersebut berasal dari Lapangan Sumber PT Pertamina Hulu Energi Tuban East Java hingga 2035 sebesar 15 MMscfd. Adapun kapasitas tangki LNG sebesar 1.600 m3 cryogenic storage.
(azr/wdh)






























