Dengan demikian, kedua transaksi tersebut diperkirakan menghasilkan dana bruto sekitar US$69,91 juta bagi WRC.
WRC berencana menggunakan dana tersebut untuk melunasi kewajiban yang belum dibayar, mengembangkan Ciemas Gold Project di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, serta memenuhi kebutuhan modal kerja grup.
WRC merupakan perusahaan yang tercatat di bursa Singapura dan bergerak di bidang eksplorasi serta pertambangan emas di Indonesia. Melalui grup Wilton, perusahaan memiliki proyek emas Ciemas yang menjadi salah satu aset utama bisnisnya di Indonesia.
Sementara itu, saham SQMI terpantau menguat pada pembukaan perdagangan Kamis (15/10).
Pada pukul 09.52 WIB, saham SQMI naik 8,89% atau 8 poin ke level Rp98 per saham, setelah dibuka di Rp90 per saham dan sempat menyentuh Rp107 per saham.
Meski demikian, perubahan pengendali tersebut masih merujuk pada rencana transaksi yang diungkapkan perseroan. Perlu dipastikan lebih lanjut kapan transaksi akan rampung dan kapan pengalihan kendali efektif berlaku.
(fik/naw)
























