"Bapak Rektor, Bapak Dekan, Bapak, Ibu hadirin sekalian yang saya cintai. Sebelum saya menyampaikan orasi ilmiah harus saya pastikan [ini] bukan orasi politik.
Saya ingin menyampaikan permohonan maaf. Excuse coming from me. Saya ini agak batuk tapi bukan influenza aman. Sehingga kalau dalam menyampaikan orasi ini sekali-sekali batuk, mohon dimaklumi kalau saya batuk yang suka terganggu kiri kanan saya. Kalau saya melukis tiba-tiba batuk-batuk pada lukisannya rusak itu.
Tapi aman karena saya seorang seniman sekarang. Kalau yang batuk Pak Prabowo hati-hati.
Kalau batuknya keras nilai tukar rupiah dan saham bisa jatuh. Kita doakan Presiden kita tetap sehat sehingga bisa memimpin negara dengan baik."
Selain kelakar tersebut, banyak pesan penting yang disampaikan SBY dalam orasi tersebut.
Salah satunya adalah, pentingnya sikap negarawan, sehingga para politikus bisa meletakkan kepentingan negara di atas kepentingan partai.
SBY juga menekankan pentingnya sikap pemimpin untuk selalu mendengarkan suara rakyat.
Pemimpin tidak boleh egois mengejar kepentingan jangka pendek jika ingin Indonesia terus maju ke arah yang benar.
(red)





























