Logo Bloomberg Technoz

Polusi juga meningkat di sejumlah wilayah Malaysia. Sekolah-sekolah di beberapa kota, termasuk Johor dan Melaka, ditutup pada Rabu. Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim menghubungi Presiden Indonesia Prabowo Subianto pekan lalu untuk membahas upaya penanggulangan kabut asap. Menteri luar negeri Malaysia juga mengatakan negaranya akan mengupayakan mekanisme regional yang lebih efektif untuk mengatasi kabut asap lintas batas.

Kementerian Pendidikan Singapura menentukan kebijakan penutupan sekolah berdasarkan indikator kualitas udara lainnya, yakni Pollutant Standards Index (PSI) selama 24 jam. Jika perkiraan PSI untuk hari berikutnya masuk kategori tertinggi, yaitu “berbahaya”, penutupan sekolah akan dipertimbangkan.

Pembacaan PSI di kelima wilayah Singapura berada dalam rentang “tidak sehat”, tingkat ketiga dalam skala lima tingkat yang ditetapkan pemerintah. Sejumlah fasilitas olahraga di wilayah barat negara kota tersebut juga ditutup pada Rabu.

Beberapa anggota parlemen membatalkan kunjungan ke rumah warga di daerah pemilihan masing-masing seiring memburuknya polusi. Sementara itu, pemerintah membagikan masker N95 kepada warga Singapura yang memenuhi syarat dan membuka tempat perlindungan dari kabut asap di sejumlah fasilitas komunitas.

Upaya pemadaman kebakaran dari udara di Indonesia belakangan ini terhambat oleh jarak pandang yang buruk. Namun, Indonesia kini memanfaatkan kembali teknik modifikasi cuaca yang pertama kali dikembangkan pada 1940-an sebagai upaya terbaru untuk mengatasi polusi. Pesawat akan menyebarkan pelet es kering di atas Provinsi Sumatra Selatan dalam sebuah eksperimen yang diharapkan otoritas dapat mengurangi asap berbahaya.

Jumlah titik panas (hotspot) di Indonesia telah melampaui 7.500 pada bulan ini, tertinggi untuk Oktober sejak 2015, berdasarkan platform pemantauan kebakaran SiPongi milik Kementerian Kehutanan. Titik panas didefinisikan sebagai lokasi tempat satelit mendeteksi suhu permukaan yang lebih tinggi dari biasanya, yang mengindikasikan potensi terjadinya kebakaran.

Menurut situs web Badan Lingkungan Nasional Singapura (NEA), kondisi kering diperkirakan masih akan berlangsung di sebagian besar wilayah selatan Asia Tenggara dalam beberapa hari ke depan. Pengecualian berlaku untuk Semenanjung Malaysia serta wilayah utara dan tengah Sumatra dan Kalimantan.

Indonesia memperkirakan musim hujan tahun ini akan berlangsung lebih singkat dan datang lebih lambat dari biasanya, yakni mulai November atau Desember.

(bbn)

No more pages