Logo Bloomberg Technoz

BAHAN BAKAR MINYAK

Bahlil Baru Mau Rapat dengan Pertamina Soal Antrean BBM di Bali

Azura Yumna Ramadani Purnama
14 October 2026 19:05

Petugas mengisi BBM sepeda motor pelanggan sementara pengendara lain mengantre di SPBU Pertamina di Nusa Dua, Bali./Bloomberg-Dimas Ardian
Petugas mengisi BBM sepeda motor pelanggan sementara pengendara lain mengantre di SPBU Pertamina di Nusa Dua, Bali./Bloomberg-Dimas Ardian

Bloomberg Technoz, Jakarta - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia akhirnya buka suara ihwal antrean panjang pembelian bahan bakar minyak (BBM) dan langkanya bensin bersubsidi Pertalite di Bali.

Kendati begitu, Bahlil mengaku baru bakal menggelar rapat dengan direksi PT Pertamina (Persero) yang telah terjun langsung ke lapangan untuk mengatasi permasalahan tersebut.

Bahlil menyatakan Kementerian ESDM merupakan regulator di sektor energi, sehingga pihak yang berwenang dalam implementasi di lapangan merupakan badan usaha—dalam hal ini Pertamina.


"Di Bali, Pak Simon sudah di sana, Pak Dirut Pertamina. Karena kita tahu bahwa pemerintah kan regulator, implementasi daripada itu semua adalah BUMN, dalam hal ini Pertamina. Saya, saya harus balik dulu rapat untuk mendengar laporan terkait perkembangan terkini dari Bali," kata Bahlil kepada awak media di Kompleks Istana Kepresidenan, Rabu (14/10/2026).

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia. (Bloomberg Technoz/Azura Yumna)

Dia menyatakan perlu menggelar rapat dengan Pertamina untuk mendapatkan informasi secara komprehensif ihwal permasalahan antrean BBM di Bali. Dia bahkan menyebut dirinya bukan pegawai kapal yang mengetahui perincian masalah tersebut.