Investor khawatir Indonesia akan mengalami lebih lama periode freeze, terlebih bobot saham Indonesia dalam Indeks MSCI terus dipangkas dan dikonfirmasi bakal terus mengalami penyesuaian setelah hasil tinjauan terbaru.
Keputusan itu membawa efek bola salju. Investor asing hengkang dari pasar saham Indonesia, hingga nilai net sell mencapai US$4,87 miliar (Rp84,85 triliun) year–to–date.
Namun sepertinya sentimen tersebut perlahan reda. Apalagi otoritas pasar modal Tanah Air terus memperluas cakupan penyelidikan kepemilikan saham konsentrasi tinggi (High Shareholding Concentration/HSC), sebagai bagian dari upaya otoritas untuk meningkatkan kualitas dan efektivitas transparansi pasar sembari memperkuat perlindungan investor.
Lewat pengumuman terbaru, Bursa Efek Indonesia (BEI) menambah 19 saham baru yang disinyalir dikuasai oleh segelintir investor. Selain itu, BEI dan Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) turut memperkaya data kepemilikan saham dengan informasi yang lebih terperinci.
Penambahan tersebut dinilai memberikan gambaran yang lebih utuh mengenai struktur kepemilikan saham perusahaan tercatat di pasar modal Indonesia.
Senior Analyst Mirae Asset Sekuritas Indonesia Nafan Aji Gusta menilai, koreksi IHSG justru dapat dimanfaatkan sebagai peluang investasi. Investor bisa berfokus kepada saham-saham dengan fundamental yang solid dan yang undervalued (memiliki valuasi di bawah nilai wajarnya).
Analisis Teknikal
Bagaimana potensi IHSG selanjutnya? Berapa saja target yang perlu dicermati pelaku pasar?
Secara teknikal dengan perspektif harian (time frame daily), IHSG memiliki Stochastic di area jenuh jual (oversold). Sinyal oversold turut terkonfirmasi dengan indikator MACD yang juga jenuh jual.
Namun memang, secara candlestick (hammer) pada perdagangan sebelumnya sempat memberi indikasi potensi rebound, tetapi IHSG kembali mendapat rejection di level psikologis 6.000. Dengan itu, tren bearish masih berlanjut.
Dari sini, IHSG berpeluang kembali menguji resistance 6.000 yang merupakan level krusialnya. Sementara resistance berikutnya berada di 6.160 di rentang MA-20 nya.
Jika gagal mengarah ke sana, maka support berikutnya berada di level 5.850. Risiko pelemahan lanjutan berpeluang hingga mencapai 5.700. Cermati target paling pesimistis atau titik bottom IHSG adalah 5.650.
(fad/aji)




























