Sebelumnya, GoTo berencana menghapus sekitar 32,18 miliar saham tresuri yang diperoleh melalui program pembelian kembali saham atau buyback pada 12 Juni 2024 hingga 11 Juni 2025.
Dalam periode tersebut, perseroan mengeluarkan dana sekitar Rp2,09 triliun untuk membeli kembali sahamnya.
Awalnya, saham hasil buyback tersebut direncanakan untuk dialihkan kepada karyawan, direksi, dewan komisaris, dan perusahaan anak melalui program kepemilikan saham karyawan atau Employee Stock Ownership Program (ESOP) dan Management Stock Ownership Program (MSOP).
Namun, GOTO kemudian membatalkan rencana tersebut dan memilih mekanisme pengurangan modal melalui penghapusan saham tresuri.
Rencana penghapusan tersebut mencakup sekitar 80,89% dari total saham tresuri GoTo yang mencapai 39,78 miliar saham pada akhir September 2026.
Dengan pembatalan saham tresuri, jumlah saham yang ditempatkan dan disetor perseroan akan berkurang.
Secara matematis, kondisi tersebut berpotensi meningkatkan laba bersih per saham atau earnings per share (EPS), dengan asumsi laba bersih tidak berubah.
Sementara itu, GoTo masih memiliki sekitar 7,59 miliar saham Seri A hasil buyback periode 19 Juni 2025 hingga 18 Juni 2026 yang belum ditentukan rencana pengalihannya.
Manajemen sebelumnya menyatakan masih melakukan kajian internal terkait penggunaan saham tresuri tersebut.
Di sisi lain, GoTo juga telah mengantongi persetujuan pemegang saham untuk melanjutkan program buyback dengan nilai maksimal Rp3,5 triliun untuk periode 2026-2027.
Manajemen menyebut aksi tersebut bertujuan memberikan fleksibilitas dalam pengelolaan modal, termasuk optimalisasi struktur modal perseroan.
(fik/naw)































