Selain itu, dana tersebut akan dialokasikan untuk menambah modal kerja guna mendukung kegiatan operasional perusahaan. Rincian final penggunaan dana akan disampaikan dalam prospektus rights issue.
GMFI menyebut pelaksanaan rights issue juga menjadi bagian dari upaya memenuhi ketentuan free float sesuai Peraturan BEI Nomor I-A yang diterbitkan pada 7 Oktober 2026.
Adapun pemegang saham yang tidak melaksanakan haknya dalam rights issue berpotensi mengalami dilusi kepemilikan maksimal 15% apabila seluruh hak yang diterbitkan perseroan dilaksanakan oleh pemegang HMETD yang berhak.
Pelaksanaan aksi korporasi ini masih bergantung pada persetujuan pemegang saham dan pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Perseroan memperkirakan penambahan modal dilakukan setelah memperoleh pernyataan efektif dari OJK, dengan jangka waktu maksimal 12 bulan sejak persetujuan RUPSLB.
Dari sisi kinerja keuangan, GMFI mencatat pendapatan US$270,29 juta sepanjang semester 1-2026, meningkat 51,03% dibandingkan US$178,96 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk tercatat sebesar US$10,81 juta, naik 23,47% secara tahunan dibandingkan US$8,76 juta pada semester 1-2025.
Pada 30 Juni 2026, GMFI membukukan total aset US$826,50 juta dengan total liabilitas US$681,88 juta.
Sementara itu, ekuitas perseroan tercatat US%144,62 juta, berbalik positif dibandingkan posisi defisiensi modal US$248,99 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya.
(fik/naw)
































