Logo Bloomberg Technoz

Tak Pernah Terjadi 

Terpisah, Fitri warga Jembrana, menyatakan antrean pembelian BBM di Bali baru kali ini sangat esktrem—bahkan dia menilai antrean panjang tersebut belum pernah terjadi sebelumnya.

Dia menyatakan sedang mengantre membeli BBM di salah satu SPBU di Jembrana, namun sudah 2 jam lamanya dia masih belum bisa mendapatkan bensin.

“Enggak pernah terjadi sebelumnya. [Saat ini] udah 2 jam antre belum dapat-dapat, semoga kebagian,” ucap Fitri kepada Bloomberg Technoz, Rabu (14/10/2026) pagi.

Di sisi lain, Gubernur Bali Wayan Koster memastikan ketersediaan BBM jenis Pertalite dan Pertamax di Provinsi Bali dalam kondisi aman dan mencukupi kebutuhan masyarakat hingga dua pekan ke depan.

Kepastian tersebut diperoleh setelah pasokan terbaru dari PT Pertamina (Persero) mulai masuk ke Provinsi Bali secara bertahap.

"Pertama, yang ingin diperjelas adalah ketersediaan BBM Pertalite dan Pertamax aman sampai dua minggu ke depan," ujar Koster usai menggelar pertemuan dengan Direktur Utama Pertamina Simon Aloysius Mantiri di Denpasar, dikutip dari akun Instagram resminya @kosterupdate, Rabu (14/10/2026).

Pernyataan tersebut disampaikan guna menanggapi antrean panjang kendaraan di sejumlah SPBU Pertamina di Bali selama beberapa hari terakhir.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali bersama Pertamina mengambil langkah penanganan komprehensif guna memulihkan distribusi BBM di Pulau Dewata.

Pasokan energi tersebut mulai tiba secara bertahap melalui kapal tanker yang bersandar di Terminal BBM (TBBM) Manggis dan Sanggaran.

Koster menjelaskan pengiriman yang dilakukan pada Selasa (13/10/2026) mencakup 19,2 juta liter Pertalite yang diperkirakan mampu memenuhi kebutuhan konsumsi harian masyarakat selama enam hingga tujuh hari.

Selain itu, terdapat pasokan Pertamax sebanyak 3 juta liter yang siap memenuhi kebutuhan masyarakat Bali untuk tiga hari ke depan.

Rangkaian pengiriman susulan juga dijadwalkan tiba secara berkala pada 15, 16, dan 17 Oktober dengan muatan Pertalite mencapai 25 juta liter.

Tambahan pasokan ini dinilai memadai untuk menjamin ketersediaan stok Pertalite hingga 10 hari ke depan dalam kondisi konsumsi normal.

Sementara itu, pasokan Pertamax juga akan bertambah sebanyak 13 juta liter yang dijadwalkan tiba pada 13 dan 17 Oktober.

Jumlah tersebut dipastikan mencukupi kebutuhan konsumsi harian masyarakat Bali secara berkelanjutan selama 10 hingga 11 hari ke depan.

"Artinya, stok BBM Pertalite dan Pertamax tersedia melebihi kebutuhan normal di Provinsi Bali," kata Koster menegaskan.

Menurut Koster, pola kedatangan pasokan BBM yang berkesinambungan sebelum stok habis menjadi jaminan utama bahwa ketersediaan BBM di Bali dalam status sangat aman.

Pemprov Bali menjadikan Kota Denpasar dan Kabupaten Badung sebagai fokus perhatian utama karena memiliki tingkat mobilitas serta volume konsumsi energi yang tinggi.

Total titik pengisian bahan bakar di dua wilayah prioritas tersebut mencapai 92 SPBU, yang terdiri atas 54 SPBU di Denpasar dan 38 SPBU di Badung.

Seluruh SPBU di wilayah prioritas tersebut akan mulai dioperasikan secara penuh selama 24 jam bertahap mulai malam ini.

"SPBU ini akan dioperasikan 24 jam penuh mulai malam ini. Namun, penerapannya dilakukan secara bertahap karena membutuhkan persiapan tenaga kerja dan teknis lainnya," jelas Koster.

Guna mempercepat distribusi dari depo ke SPBU, kapasitas armada mobil tangki ditambah dari kondisi normal 90 unit menjadi 105 unit. Penambahan 15 unit armada ini bertujuan mempercepat rotasi pengiriman BBM.

Selain itu, Koster menambahkan Pemprov Bali akan terus berkoordinasi intensif dengan Polda Bali untuk mengawal jalur distribusi darat dari depo menuju SPBU.

“Pengawalan dari kepolisian ini diharapkan mampu memangkas waktu tempuh pengiriman sehingga pasokan BBM dapat tiba di lokasi tujuan dengan aman dan tepat waktu,” jelasnya.

(azr/wdh)

No more pages