Logo Bloomberg Technoz

Pasokan energi tersebut mulai tiba secara bertahap melalui kapal tanker yang bersandar di Terminal BBM (TBBM) Manggis dan Sanggaran.

Koster menjelaskan pengiriman yang dilakukan pada Selasa (13/10/2026) mencakup 19,2 juta liter Pertalite yang diperkirakan mampu memenuhi kebutuhan konsumsi harian masyarakat selama enam hingga tujuh hari.

Selain itu, terdapat pasokan Pertamax sebanyak 3 juta liter yang siap memenuhi kebutuhan masyarakat Bali untuk tiga hari ke depan.

Rangkaian pengiriman susulan juga dijadwalkan tiba secara berkala pada 15, 16, dan 17 Oktober dengan muatan Pertalite mencapai 25 juta liter.

Tambahan pasokan ini dinilai memadai untuk menjamin ketersediaan stok Pertalite hingga 10 hari ke depan dalam kondisi konsumsi normal.

Sementara itu, pasokan Pertamax juga akan bertambah sebanyak 13 juta liter yang dijadwalkan tiba pada 13 dan 17 Oktober.

Jumlah tersebut dipastikan mencukupi kebutuhan konsumsi harian masyarakat Bali secara berkelanjutan selama 10 hingga 11 hari ke depan.

"Artinya, stok BBM Pertalite dan Pertamax tersedia melebihi kebutuhan normal di Provinsi Bali," kata Koster menegaskan.

Menurut Koster, pola kedatangan pasokan BBM yang berkesinambungan sebelum stok habis menjadi jaminan utama bahwa ketersediaan BBM di Bali dalam status sangat aman.

Pemprov Bali menjadikan Kota Denpasar dan Kabupaten Badung sebagai fokus perhatian utama karena memiliki tingkat mobilitas serta volume konsumsi energi yang tinggi.

Total titik pengisian bahan bakar di dua wilayah prioritas tersebut mencapai 92 SPBU, yang terdiri atas 54 SPBU di Denpasar dan 38 SPBU di Badung.

Seluruh SPBU di wilayah prioritas tersebut akan mulai dioperasikan secara penuh selama 24 jam bertahap mulai malam ini.

"SPBU ini akan dioperasikan 24 jam penuh mulai malam ini. Namun, penerapannya dilakukan secara bertahap karena membutuhkan persiapan tenaga kerja dan teknis lainnya," jelas Koster.

Guna mempercepat distribusi dari depo ke SPBU, kapasitas armada mobil tangki ditambah dari kondisi normal 90 unit menjadi 105 unit. Penambahan 15 unit armada ini bertujuan mempercepat rotasi pengiriman BBM.

Selain itu, Koster menambahkan Pemprov Bali akan terus berkoordinasi intensif dengan Polda Bali untuk mengawal jalur distribusi darat dari depo menuju SPBU.

“Pengawalan dari kepolisian ini diharapkan mampu memangkas waktu tempuh pengiriman sehingga pasokan BBM dapat tiba di lokasi tujuan dengan aman dan tepat waktu,” jelasnya.

Untuk diketahui, sebelumnya PT Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus merespons terjadinya antrean pembelian bahan bakar minyak (BBM) di Bali dengan menambah pasokan BBM sebanyak 26.200 kiloliter (kl) yang dijadwalkan datang bertahap mulai Senin (12/10/2026) hingga Jumat (16/10/2026).

Area Manager Communication, Relations & CSR PPN Jatimbalinus Ahad Rahedi menyatakan sudah terdapat kapal yang bersandar di Bali dengan muatan 18.000 kl Pertalite dan 2.500 kl Pertamax.

Selain itu, Ahad mengungkapkan perseroan menjadwalkan kedatangan kapal pengangkut BBM secara bertahap pada 12, 14, dan 16 Oktober 2026 melalui terminal BBM (TBMM) Sanggaran dan Manggis.

“Dengan sandarnya kapal pengangkut BBM, kami memperkuat pasokan Pertalite dan Pertamax untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Bali. Penyaluran ke SPBU terus kami optimalkan dengan mempertimbangkan kondisi stok dan tingkat konsumsi di masing-masing wilayah,” ujar Ahad melalui keterangan tertulis, Selasa (13/10/2026).

Ahad menambahkan rata-rata konsumsi Pertalite di Bali mencapai 2.200 kl per hari. Dia menyebut, rerata konsumsi tersebut menjadi acuan perseroan dalam merencanakan pasokan dan mengatur prioritas distribusi.

Dia juga menyatakan perseroan terus mengoptimalkan proses pembongkaran muatan dan distribusi dari terminal ke SPBU, sekaligus mengevaluasi kebutuhan BBM berdasarkan perkembangan stok dan konsumsi di setiap wilayah.

“Pertamina mengimbau masyarakat untuk membeli BBM sesuai kebutuhan dan tidak melakukan pembelian berlebihan. Masyarakat juga diharapkan mengacu pada kanal komunikasi resmi Pertamina untuk memperoleh informasi yang akurat dan terverifikasi,” ungkapnya.

Sekadar informasi, sejumlah warganet melaporkan kesulitan mencari BBM di Bali. Selain itu, antrean pembelian BBM di Bali juga terlihat sangat panjang di sejumlah SPBU.

Banyak warganet yang menyatakan harus mengantre 1—1,5 jam untuk mendapatkan BBM, bahkan untuk mendapatkan BBM nonsubsidi seperti Pertamax Turbo.

“Bali chaos karena BBM langka. Pagi ini Sesetan stuck ga gerak karena antrean BBM,” keluh warganet bernama Indri di Threads.

Bahkan terdapat warganet yang mengklaim panjangnya antrean pembelian BBM membuat transportasi umum Trans Metro Dewata menjadi dipenuhi oleh penumpang.

“Dampak dari langkanya BBM di Bali, semua bus Trans Metro Dewata full. Info tambahan untuk koridor 1, ritase ke 4 off semua karena antre BBM,” tulis seorang warganet di Threads.

(smr/wdh)

No more pages