Peluncuran rudal tersebut merupakan bagian dari gelombang serangan terhadap Arab Saudi dalam beberapa hari terakhir. Serangan itu juga menyasar sejumlah bandara di berbagai wilayah negara tersebut, menewaskan setidaknya 18 orang dan melukai ratusan lainnya. Serangan terbaru Houthi terjadi setelah koalisi pimpinan Arab Saudi memperingatkan warga di sekitar sebuah fasilitas minyak di Sanaa, ibu kota Yaman yang dikuasai Houthi, agar meninggalkan kawasan tersebut “demi keselamatan mereka”.
Infrastruktur minyak lainnya di Arab Saudi juga menjadi sasaran di tengah meningkatnya permusuhan dengan Houthi. Sebuah kilang minyak di Jazan, wilayah barat kerajaan tersebut, telah berhenti beroperasi sejak serangan sebelumnya. Sementara itu, sebuah pelabuhan ekspor minyak penting di pesisir Laut Merah juga menjadi sasaran serangan. Jalur pipa lintas negara yang menjadi sarana utama Aramco untuk menyalurkan minyak ke pasar global sempat ditutup sementara bulan lalu setelah serangan yang dilancarkan dari Irak.
Dhahran, yang terletak di pesisir Teluk Persia, merupakan pusat perekonomian minyak Arab Saudi. Kota ini menjadi lokasi kantor pusat Aramco, sebuah universitas yang mengkhususkan diri pada teknik perminyakan, serta pangkalan udara utama. Ladang-ladang minyak terbesar Arab Saudi berada di kawasan gurun Provinsi Timur dan di Teluk Persia.
(bbn)





























