“Setelah operasi, Paus sadar kembali secara normal dan, setelah menjalani observasi singkat, kembali ke kamarnya,” demikian bunyi pernyataan tersebut.
Paus Leo, yang menjalani gaya hidup aktif dan rutin bermain tenis, dirawat di Rumah Sakit Gemelli pada Selasa (13/10). Rumah sakit tersebut merupakan fasilitas yang biasanya menjadi tempat perawatan para paus yang mengalami gangguan kesehatan. Pendahulunya, Paus Fransiskus, pernah menjalani perawatan selama beberapa pekan di rumah sakit yang sama pada 2025 akibat infeksi paru-paru dan untuk menjalani operasi pada bagian perut.
Vatikan membatalkan seluruh agenda audiensi Paus Leo hingga 20 Oktober agar ia memiliki waktu untuk memulihkan diri. Namun, perjalanan yang telah lama dinantikan ke Amerika Latin tersebut masih dijadwalkan berlangsung sesuai rencana.
Paus Leo terpilih sebagai pemimpin 1,4 miliar umat Katolik di seluruh dunia pada Mei 2025. Ia telah memberikan warna tersendiri pada masa kepausannya dengan menyoroti implikasi sosial dan etika dari kecerdasan buatan (AI). Dalam ensiklik pertamanya yang ditujukan kepada umat pada Mei, Paus Leo mengatakan AI harus “dilucuti” untuk melindungi umat manusia dari berbagai bahayanya.
Ia juga semakin kritis terhadap tindakan militer Amerika Serikat, termasuk menentang argumen pemerintahan Donald Trump bahwa Tuhan berpihak kepada AS dalam konfliknya dengan Iran. Baru-baru ini, melalui unggahan di X, ia menyatakan bahwa hukuman mati seharusnya “tidak dapat diterima karena merupakan serangan terhadap hak untuk hidup dan martabat manusia yang tidak dapat diganggu gugat”.
(bbn)






























