Logo Bloomberg Technoz

PASOKAN ENERGI

DEN Sebut BBM di Bali Langka akibat Distribusi dan Kapal Sandar

Sabrina Mulia Rhamadanty
13 October 2026 18:10

Pengendara mengantre mengisi bbm di SPBU Pertamina, Jakarta, Rabu (10/6/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Pengendara mengantre mengisi bbm di SPBU Pertamina, Jakarta, Rabu (10/6/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Anggota Dewan Energi Nasional (DEN) Muhammad Kholid Syeirazi menilai kelangkaan dan antrean Bahan Bakar Minyak (BBM) yang terjadi di Provinsi Bali disebabkan oleh gangguan pada sistem distribusi logistik dan keterlambatan kapal pengangkut saat berlabuh.

Kholid menjelaskan keterlambatan kapal yang hendak berlabuh di Terminal BBM Sanggaran berdampak langsung pada penurunan pasokan hingga ke tingkat pengecer.

"Dalam hemat saya, penyebab utama antrean BBM Bali adalah gangguan pasok karena faktor keandalan sistem distribusi. Keandalan sistem logistik harus ditingkatkan, sehingga keterlambatan satu atau dua kapal tidak menyebabkan kelangkaan BBM di tingkat konsumen," ungkap Kholid saat dihubungi Bloomberg Technoz, Selasa (13/10/2026).


Menurut Kholid, meski pemerintah melalui Kementerian ESDM telah menegaskan bahwa stok nasional dalam kondisi aman yaitu kisaran 18-20 hari, faktor ketersediaan utama di SPBU dapat dikesampingkan.

"Kelangkaan di lapangan saat ini tidak hanya menimpa jenis Pertalite, tetapi juga Pertamax di sejumlah SPBU. Keterlambatan kapal sandar memicu penurunan ketersediaan stok di SPBU hingga berkisar 30-40%," katanya.