“Secara teknikal, IHSG telah menembus level psikologis 6.000, sementara pola Rising Wedge dan Head and Shoulders serta MACD yang masih negatif mengindikasikan tekanan bearish,” papar BRI Danareksa, yang mencermati support 5.850–5.900; jika zona ini ditembus, risiko pelemahan lanjutan meningkat.
Sementara itu, 6.000–6.019 menjadi resistance terdekat yang perlu direbut kembali untuk meredakan tekanan jual.
Saham–saham pilihan BRI Danareksa Sekuritas untuk perdagangan hari ini adalah INKP, INTP, dan ERAA.
Lebih lanjut, Phintraco Sekuritas menyebut, harga minyak kembali menguat menembus level US$106/barel tersengat banyak faktor. Milisi Houthi yang didukung Iran di Yaman menyerang Bandara Internasional King Khalid di Riyadh, Arab Saudi, pada Sabtu setempat. Serangan ini mengakibatkan 12 orang tewas dan lebih dari 300 orang terluka dalam sebuah eskalasi besar.
Dari Eropa, Presiden Ukraina Zelenskyy menyatakan Rusia melanggar gencatan senjata energi yang diumumkan oleh Presiden AS Donald Trump, dengan menyerang fasilitas produksi gas di Ukraina. Terlebih lagi, produksi minyak sekitar 1.2 juta barel per hari di Teluk Meksiko masih dihentikan pada Minggu akibat Badai Isaias.
Adapun dalam negeri, kekhawatiran akan potensi capital outflow di pasar obligasi Indonesia, pelemahan nilai tukar rupiah, serta berbagai isu mengenai MSCI, telah menjadi faktor-faktor negatif yang memengaruhi IHSG.
“Harga minyak yang bertahan di level tinggi berpotensi membuat defisit APBN semakin lebar serta berpeluang mendorong defisit neraca perdagangan. Sedang rumor yang terkait MSCI menimbulkan kekhawatiran dan ketidakpastian bagi para investor,” mengutip analisis Phintraco.
Sedang, saham-saham pilihan Phintraco Sekuritas untuk perdagangan hari ini adalah ERAA, UNTR, ICBP, INDF, dan MEDC.
Kemudian CGS International Sekuritas Indonesia memaparkan, melemahnya mayoritas Bursa Wall Street, banyaknya rumor yang beredar di pasar menjelang pengumuman status pasar Indonesia diprediksi akan menjadi sentimen negatif di pasar.
Sementara itu, naiknya harga komoditas energi dan beberapa mineral logam serta meredanya aksi jual investor asing berpeluang menjadi sentimen positif untuk IHSG.
“IHSG diprediksi akan bergerak bervariasi cenderung melemah dengan kisaran support 5.840–5.745 dan resistance 6.030–6.130,” terang CGS International Sekuritas.
Saham–saham pilihan versi CGS meliputi saham ICBP, JPFA, INTP, SMGR, ERAA, dan MEDC.
Adapun Panin Sekuritas memproyeksikan IHSG berpotensi melemah, disebabkan oleh tensi geopolitik yang masih tinggi di global, kembali naiknya harga minyak, melemahnya nilai tukar rupiah, serta serta potensi likuiditas tertekan untuk menyesuaikan dengan regulasi free float.
“Untuk hari ini kami memperkirakan IHSG akan melemah,” mengutip riset harian Panin Sekuritas.
Saham-saham pilihan Panin Sekuritas untuk perdagangan hari ini adalah BMRI, BUKA, dan INTP.
(fad)























