Logo Bloomberg Technoz

RAF Fairford, yang terletak di Gloucestershire, Inggris, merupakan pangkalan operasi terdepan pilihan bagi pesawat pengebom Komando Serangan Global Angkatan Udara AS di Eropa. Pada Juli, Burnham menyetujui penggunaan pangkalan tersebut oleh AS untuk melancarkan “serangan defensif” terhadap Iran, melanjutkan kebijakan pendahulunya, Keir Starmer.

Insiden di Fairford memunculkan pertanyaan mengenai kemampuan Inggris mengamankan pangkalan-pangkalan yang penting bagi operasi militer AS terhadap Iran. Pertanyaan itu muncul ketika pemerintahan Donald Trump menarik pesawat pengebom B-1B milik AS dari pangkalan tersebut. Para pejabat Inggris menegaskan bahwa fasilitas militer negara itu aman. Namun, sejumlah pejabat secara tertutup mengeluhkan bahwa langkah AS tersebut telah membuat negara-negara seperti Iran semakin berani melancarkan serangan lanjutan.

Sejumlah pria masih menjalani penyelidikan polisi setelah ditangkap bulan lalu atas dugaan mempersiapkan aksi teror di RAF Fairford. Penyelidik mengatakan mereka tidak menemukan bahan peledak di lokasi kejadian, tetapi menyita sejumlah bahan bakar. Para pria tersebut dibebaskan dengan jaminan selama penyelidikan berlanjut.

Menteri Luar Negeri Miliband mengatakan Inggris “tidak akan menoleransi ancaman di wilayah kami” saat memanggil Duta Besar Iran Seyed Ali Mousavi terkait insiden tersebut pada Senin. Kementerian Luar Negeri Inggris juga mengumumkan sanksi terhadap dua warga Iran yang diyakini terlibat dalam “memfasilitasi atau melakukan aktivitas bermusuhan atas nama rezim Iran, dengan maksud jelas untuk mengancam, merencanakan, atau melancarkan serangan di luar negeri”.

Dalam pertemuan dengan Wakil Menteri Luar Negeri Inggris Stephen Doughty, Mousavi membantah tuduhan bahwa Teheran berperan dalam insiden di Fairford. Ia mendesak Inggris agar tidak mengeluarkan pernyataan tanpa bukti, menurut kantor berita resmi Iran, Islamic Republic News Agency (IRNA).

IRNA melaporkan bahwa Mousavi juga kembali menyampaikan tawaran Iran untuk menjalin kerja sama antara lembaga-lembaga terkait di kedua negara sebagai bagian dari penyelidikan insiden tersebut.

Individu yang dikenai sanksi oleh Inggris, termasuk kepala operasi kontraintelijen di IRGC dan pihak yang memfasilitasi jaringan Zindashti, langsung dikenai pembekuan aset, larangan bepergian, serta larangan menjabat sebagai direktur perusahaan.

Dalam pernyataan bersama, negara-negara sekutu Inggris mengakui penetapan tanggung jawab Iran atas insiden Fairford dan mengecam serangan hibrida semacam itu. “Setiap upaya Iran untuk mengancam, membungkam, mengintimidasi, melecehkan, mencelakai, atau memaksa orang-orang di wilayah kami melalui perantara maupun cara lainnya tidak dapat diterima,” kata negara-negara sekutu tersebut.

(bbn)

No more pages