“Sebagai Export Credit Agency (ECA) dan Eximbank Indonesia, LPEI menyediakan berbagai solusi pembiayaan, penjaminan, asuransi ekspor, serta layanan pengembangan kapasitas usaha. Melalui TEI 2026, pelaku usaha dapat berkonsultasi langsung mengenai kebutuhan ekspornya, termasuk aspek kepabeanan dan layanan ekspor bersama petugas Bea Cukai dan LNSW,” ujar Dyza.
Selain mempertemukan pelaku usaha dengan calon pembeli internasional, kehadiran LPEI di pameran tersebut juga menyediakan akses konsultasi terkait kebutuhan ekspor. Pelaku usaha dapat memperoleh informasi mengenai fasilitas pembiayaan, penjaminan, asuransi, serta aspek kepabeanan yang mendukung kegiatan perdagangan lintas negara.
Sepuluh Eksportir Binaan Tampilkan Produk Unggulan
LPEI juga akan berpartisipasi dalam sejumlah sesi diskusi dan berbagi pengetahuan yang membahas dukungan pemerintah bagi eksportir, identifikasi potensi pasar, serta pemanfaatan fasilitas untuk menunjang kegiatan ekspor.
Sepuluh pelaku usaha yang difasilitasi berasal dari berbagai sektor, mulai dari kopi, teh, gula kelapa, rempah-rempah, hingga produk kakao dan bahan alami untuk kebutuhan industri. Keberagaman tersebut mencerminkan potensi komoditas Indonesia yang dapat dikembangkan untuk memenuhi permintaan pasar internasional.
Sebagian pelaku usaha juga mengembangkan praktik bisnis berkelanjutan melalui kemitraan dengan petani lokal, penggunaan bahan baku dalam negeri, dan pemberdayaan masyarakat. Pendekatan tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan nilai tambah produk pertanian Indonesia.
Berikut profil 10 eksportir binaan LPEI yang akan berpartisipasi dalam TEI 2026.
1. Puri Food and Healthy
Puri Food and Healthy merupakan produsen gula aren cair yang berdiri pada 2021. Melalui produk Puri Aren Cair, perusahaan mengembangkan pemanis alami dengan mengutamakan kualitas bahan baku dari penyadap terlatih dan proses produksi yang higienis.
Produknya telah dipasarkan di dalam negeri dan diekspor ke Malaysia serta Belanda. Pengalaman tersebut menjadi modal bagi perusahaan untuk memperluas jangkauan pasar.
2. Sila Artisan Tea
Berbasis di Bogor, Jawa Barat, Sila Artisan Tea mengembangkan teh artisan premium sejak 2018. Perusahaan menggunakan teh pilihan dari berbagai perkebunan Indonesia dan memadukannya dengan rempah serta herbal alami tanpa bahan pengawet maupun pewangi sintetis.
Selain mengembangkan produk, perusahaan juga berkomitmen mendukung kesejahteraan petani dan pelestarian sumber daya alam.
3. CV Mandiri Coffee
CV Mandiri Coffee merupakan pelaku usaha kopi asal Sumatera Utara yang berkembang dari bisnis rumahan menjadi produsen sekaligus eksportir. Perusahaan memasarkan biji kopi mentah dan biji kopi sangrai untuk memenuhi kebutuhan pasar.
Pada 2023, volume produksinya tercatat mencapai 1.037 ton. Capaian tersebut menunjukkan kapasitas usaha dalam mengolah komoditas kopi untuk pasar yang lebih luas.
4. CV Ceterindo Kurnia Tritama
Perusahaan yang berlokasi di Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, ini memproduksi makanan dan minuman berbahan alami. Produk yang dikembangkan antara lain minuman herbal tradisional, permen herbal, dan kukis.
Dengan memanfaatkan bahan baku lokal, perusahaan mengedepankan standar halal, pemberdayaan perempuan, dan pemanfaatan kearifan lokal dalam pengembangan produknya.
5. CV Bunga Palm
CV Bunga Palm merupakan produsen gula kelapa organik dan berbagai produk turunan kelapa yang berbasis di Purbalingga, Jawa Tengah. Usaha ini telah berkembang sejak awal 2000-an dengan dukungan jaringan lebih dari 18.000 petani.
Melalui fasilitas produksi berstandar internasional, perusahaan berupaya meningkatkan nilai tambah komoditas kelapa Indonesia agar dapat menjangkau pasar yang lebih luas.
6. PT Agri Spice Indonesia
PT Agri Spice Indonesia bergerak dalam pengolahan dan ekspor rempah-rempah, termasuk pala, cengkeh, kayu manis, dan vanila. Perusahaan menjalin kemitraan dengan ribuan petani di Lampung, Sulawesi Selatan, Jambi, dan Papua.
Kemitraan tersebut disertai pelatihan dan pendampingan untuk membantu meningkatkan produktivitas serta kualitas hasil pertanian.
7. PT Mandala Prima Makmur
Didirikan pada 2001, PT Mandala Prima Makmur bergerak di industri kakao dan cokelat. Perusahaan mulai mengembangkan produksi bubuk kakao secara mandiri pada 2010 dan kemudian memperluas pemasaran ke sejumlah negara di empat benua.
Pada 2025, perusahaan meningkatkan kapasitas produksinya melalui fasilitas seluas 12.500 meter persegi yang didukung sistem keamanan pangan dan pengendalian mutu.
8. CV Alpha Agro Indonesia
CV Alpha Agro Indonesia berdiri pada 2011 sebagai pemasok rempah-rempah Indonesia. Perusahaan berkembang dari usaha berskala lokal menuju pasar internasional dengan menitikberatkan kualitas produk, keberlanjutan usaha, dan kepuasan pelanggan.
9. PT Kopi Prima Indonesia
Didirikan pada 2018, PT Kopi Prima Indonesia menyediakan produk kopi Arabika dan Robusta untuk pasar domestik maupun ekspor. Perusahaan memperoleh bahan baku dari sejumlah perkebunan kopi pilihan di Indonesia.
PT Kopi Prima Indonesia merupakan bagian dari PT Sumber Energi Pangan Group, subholding Triputra Group.
10. PT Haldin Pacific Semesta
PT Haldin Pacific Semesta bergerak dalam pengolahan bahan alami dengan memanfaatkan sumber daya pertanian Indonesia untuk kebutuhan industri. Perusahaan didukung teknologi manufaktur dan fasilitas pengolahan untuk menghasilkan bahan baku serta produk bagi berbagai sektor.
Produk yang dihasilkan ditujukan untuk industri minuman, makanan, olahan susu, perawatan pribadi, hingga bumbu masak.
Perluas Akses Pasar dan Kapasitas Eksportir
Keikutsertaan sepuluh eksportir tersebut mencerminkan upaya LPEI menghubungkan potensi produk lokal dengan peluang perdagangan internasional. Melalui pameran, pelaku usaha dapat memperkenalkan produk kepada calon pembeli, menjajaki kerja sama, dan mengembangkan jaringan bisnis lintas negara.
Bagi usaha yang sedang memperluas pasar, akses terhadap informasi dan layanan pendukung ekspor juga menjadi faktor penting. Pemahaman mengenai pembiayaan, penjaminan, asuransi, dan prosedur kepabeanan dapat membantu pelaku usaha mempersiapkan kegiatan ekspor sesuai kebutuhan bisnisnya.
Di sisi lain, pengembangan kapasitas produksi dan konsistensi kualitas tetap diperlukan agar produk nasional mampu bersaing di pasar global. Kemitraan dengan petani dan pemasok lokal juga dapat mendukung kesinambungan bahan baku serta memperluas manfaat ekonomi di daerah penghasil komoditas.
Melalui partisipasi dalam TEI 2026, LPEI berharap lebih banyak pelaku usaha nasional dapat memanfaatkan peluang pasar internasional. Penguatan kapasitas usaha, perluasan jejaring bisnis, dan akses terhadap layanan pendukung ekspor diharapkan membantu meningkatkan daya saing produk Indonesia secara berkelanjutan.
(tim)
































