Empat Faktor Utama Kendalikan Karhutla
Selain penegakan hukum, Raja Juli mengingatkan ada empat faktor utama yang perlu diperhatikan untuk mengendalikan dan mencegah karhutla. Keempat faktor tersebut meliputi operasi udara, operasi darat, penegakan hukum, dan peran aktif masyarakat.
Raja Juli menyebut, operasi udara melalui pengeboman air atau water bombing dan operasi modifikasi cuaca (OMC) menjadi salah satu upaya pemerintah untuk memadamkan kebakaran. Namun, pelaksanaannya dapat terkendala kondisi cuaca dan jarak pandang.
Dia mencontohkan kondisi di Kalimantan Tengah, ketika helikopter yang telah disiagakan belum bisa beroperasi akibat kabut tebal.
"Namun kalau ada ruang untuk manuver terbang itu pasti dilakukan," ungkapnya.
Faktor kedua adalah operasi darat yang melibatkan TNI, Polri, Manggala Agni Kementerian Kehutanan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), serta para relawan. Koordinasi antarpihak dinilai penting agar kebakaran dapat ditangani dengan cepat dan tidak meluas.
Raja Juli mengapresiasi pengendalian karhutla di Kalimantan Selatan. Berdasarkan data yang disampaikannya, jumlah titik panas atau hotspot di provinsi tersebut tercatat paling rendah. Meski demikian, dia mengingatkan masyarakat dan petugas agar tidak lengah karena hujan diperkirakan baru turun pada pertengahan November.
"Per hari ini tercatat Alhamdulillah Kalimantan Selatan angka hotspotnya terbaik. Namun hal itu tidak membuat kita terlena karena seperti yang disampaikan BMKG hujan alam itu baru akan hadir di Kalsel pada pertengahan bulan November," katanya.
Dia mengingatkan, kondisi tersebut membuat upaya pengendalian kebakaran masih perlu diperkuat, terutama karena wilayah tersebut memiliki lahan gambut yang berisiko kembali terbakar.
Faktor ketiga adalah penegakan hukum terhadap perusahaan yang terbukti melanggar aturan. Raja Juli mengatakan, pemerintah telah menjatuhkan sanksi administratif berupa pembekuan dan pencabutan izin. Sejumlah kasus juga telah masuk ke proses pidana.
Sementara itu, faktor keempat adalah keterlibatan masyarakat dalam mencegah kebakaran. Raja Juli mengimbau masyarakat tidak membuka kebun dengan cara membakar lahan serta menghindari aktivitas yang berpotensi memicu api.
"Masyarakat jangan main api, jangan membuka kebun dengan membakar maka hasilnya akan baik. Kita ajak masyarakat jangan main api sesederhana jangan buang puntung rokok sembarangan, api unggun kecil, obat nyamuk, kasihan masyarakat korban Karhutla," tegasnya.
Untuk memperkuat pengawasan hutan, pemerintah juga berencana menambah jumlah polisi hutan sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.
"Ke depan sesuai arahan Bapak Presiden akan ditambah polisi hutan kita menjadi 70 ribu," pungkasnya.
(dec)





























