Logo Bloomberg Technoz

Pipa lintas negara utama milik kerajaan—sarana vital untuk menyalurkan pasokan minyak ke pasar selama masa perang Iran—mengalami kerusakan bulan lalu, sementara kilang minyak dan sebuah pelabuhan di pesisir Laut Merah juga menjadi sasaran serangan.

Arab Saudi kembali mengoperasikan pipa Timur-Barat bulan lalu, dengan volume aliran yang meningkat hingga lebih dari 80% dari kapasitas pipa tersebut.

Sementara itu, perusahaan negara Saudi Aramco telah meningkatkan pengiriman minyak mentah melalui Selat Hormuz, sehingga mendorong total ekspor minyak mendekati tingkat sebelum masa perang pada September. 

Pengapalan minyak Arab Saudi./dok. Bloomberg

"Kami menghormati komitmen kami dan berupaya keras untuk memenuhinya, apa pun situasinya, dan tidak ada yang dapat mematahkan tekad kami," ujar Pangeran Abdulaziz pada hari Minggu di acara International Energy Forum yang berlangsung di Riyadh.

Selama akhir pekan, Arab Saudi mengalami serangan paling mematikan sejak konflik dengan Iran bermula, di mana militan Houthi berulang kali menargetkan bandara di seluruh wilayah kerajaan, termasuk di Riyadh dan Dammam.

Konferensi WPC terganggu oleh situasi permusuhan tersebut; para pimpinan eksekutif BP Plc dan Shell Plc termasuk di antara mereka yang membatalkan kehadiran secara langsung.

Pangeran Abdulaziz menyampaikan terima kasih kepada mereka yang telah datang ke acara tersebut dan menyatakan bahwa Arab Saudi akan melindungi para pengunjung.

(bbn)

No more pages