Logo Bloomberg Technoz

Sebelumnya, Direktur Jenderal Minyak dan Gas (Dirjen Migas) Kementerian ESDM Laode Sulaeman mengakui Indonesia kehilangan sekitar 25% sumber impor minyak mentah, usai konflik antara Iran–Amerika Serikat (AS) pecah di Timur Tengah.

Dia menyatakan kondisi tersebut membuat Indonesia harus memutar otak dalam mencari pasokan minyak mentah di pasar global.

"Sejak terjadinya konflik di Timur Tengah, kita kehilangan 25% sumber impor, Bapak Ibu sekalian. Nah, apa yang dilakukan sekarang? [Strategi] yang dilakukan sekarang adalah kita melakukan hunting," kata Laode dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah, Senin (5/10/2026).

Laode mengungkapkan proses impor minyak yang dilakukan Indonesia diubah, tak lagi menunggu penawaran dari pemasok melalui tender.

Dia mengungkapkan PT Pertamina (Persero) mencari negara yang memiliki kelebihan pasokan minyak mentah dan menawarnya untuk dibeli secara langsung.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), impor minyak mentah yang tercatat dalam kode HS 27090010 (crude petroleum) sepanjang Januari—Agustus 2026 mencapai 11,69 juta metrik ton.

Dari besaran tersebut, AS sudah tercatat menjadi salah satu negara sumber impor minyak mentah Indonesia.

Indonesia tercatat mengimpor minyak mentah asal AS sebesar 134.430 metrik ton atau senilai US$74,23 juta pada Agustus 2026.

Secara terperinci, Nigeria menjadi negara asal impor dengan volume terbesar dengan total mencapai 2,89 juta metrik ton.

Kemudian Arab Saudi menjadi negara kedua pemasok minyak mentah ke Indonesia dengan volume 2,02 juta metrik ton.

Posisi ketiga terbesar ditempati oleh Angola yang tercatat impor minyak mentah dari negara tersebut sekitar 1,93 juta metrik ton.

Berdasarkan data BPS, berikut daftar negara pemasok minyak mentah ke Indonesia sepanjang Januari—Agustus 2026:

  • Nigeria: 2.887.024 metrik ton
  • Arab Saudi: 2.020.705 metrik ton
  • Angola: 1.928.013 metrik ton
  • Brasil: 1.447.381 metrik ton
  • Gabon: 695.155 metrik ton
  • Malaysia: 513.747 metrik ton
  • UAE: 284.154 metrik ton
  • Cote D'Ivoire: 240.265 metrik ton
  • Equatorial Guinea: 237.388 metrik ton
  • Kazakhstan: 220.361 metrik ton
  • Algeria: 190.589 metrik ton
  • Guyana: 139.371 metrik ton
  • Azerbaijan: 135.958 metrik ton
  • Cameroon: 135.489 metrik ton
  • Amerika Serikat (AS): 134.426 metrik ton
  • Libya: 132.705 metrik ton
  • Congo: 119.768 metrik ton
  • Rusia: 103.670 metrik ton
  • Papua Nugini: 81.888 metrik ton
  • Brunei: 43.461 metrik ton

(azr/wdh)

No more pages