Logo Bloomberg Technoz

Tekanan Bubble AI Reda, Big Tech Berada pada Tren Bullish

News
12 October 2026 14:09

Ilustrasi teknologi AI yang makin pintar, beroperasi independen, dan berisiko justru menolak untuk dimatikan (Diolah)
Ilustrasi teknologi AI yang makin pintar, beroperasi independen, dan berisiko justru menolak untuk dimatikan (Diolah)

Bloomberg, Saham-saham Amerika Serikat menutup pekan ini hanya selisih tipis dari rekor tertinggi, seiring para investor mengesampingkan kekhawatiran terkait lonjakan belanja di sektor kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) dan krisis energi untuk bersiap menyambut dimulainya musim laporan keuangan.

Indeks S&P 500 naik 0,6% pada hari Jumat, sementara Nasdaq 100 naik 0,5%, dengan indeks yang didominasi saham teknologi ini mencatatkan kenaikan selama empat pekan berturut-turut. 

Ilustrasi pasar saham-saham teknologi pada indeks Nasdaq. (Bloomberg)

Sebuah laporan yang menyebutkan bahwa OpenAI diperkirakan akan mencapai atau melampaui pendapatan tahunan sebesar US$70 miliar pada akhir tahun membantu meredakan kekhawatiran mengenai keberlanjutan booming AI, setelah laporan sebelumnya menunjukkan bahwa penjualan perusahaan tersebut akan berada di bawah ekspektasi. 


Sebagian pihak di Wall Street menentang narasi bahwa pasar telah naik terlalu tinggi dan terlalu cepat.

“Orang-orang merasa khawatir, dan itu bukanlah tanda adanya gelembung,” kata Christian Mueller-Glissman, seorang analis strategi Goldman Sachs, dalam wawancara di Bloomberg Television. “Kerap kali, ketika berada dalam gelembung, ada banyak euforia, dan orang-orang dilanda FOMO.”