Dia menambahkan transaksi tersebut akan efektif setelah terpenuhinya persyaratan-persyaratan yang berlaku, termasuk persetujuan Pemerintah Indonesia
"Transaksi ini melengkapi portofolio kami di Indonesia, memperluas kehadiran kami dalam rantai pasokan LNG yang telah terbangun dengan dukungan infrastruktur dan operasi berkelas dunia," kata Ronald.
Sekadar catatan, Searah mengendalian 14 blok migas di Indonesia usai dibentuk oleh Eni dan Petronas pada November 2025.
Sebelumnya, Eni memang sempat menyatakan terdapat transaksi penjualan 10% hak partisipasi yang bakal rampung dilakukan tahun ini.
"Penjualan 10% saham dalam portofolio Eni Indonesia kepada pihak ketiga, yang tidak termasuk dalam transaksi Searah, sedang berlangsung dan diperkirakan akan diselesaikan pada 2026," tulis Eni dalam keterangan tertulisnya, medio Mei 2026.
Adapun, Eni sebelumnya memegang 88,3% hak partisipasi di WK Muara Bakau, sebesar 82% di WK Ganal, sebesar 70% di WK West Ganal, dan menjadi pemegak hak partisipasi penuh di WK East Ganal.
Adapun, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengumumkan penemuan lapangan gas raksasa baru Geliga di WK Ganal Kalimantan Timur, yang diperkirakan memiliki cadangan gas sebesar 5 triliun kaki kubik (tcf) serta kondensat sekitar 300 juta barel setara minyak (boe).
Menurut Bahlil, produksi gas dari Blok Geliga diproyeksikan meningkat signifikan, dari sekitar 600—700 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD) saat ini menjadi sekitar 2.000 MMSCFD pada 2028, dan terus berkembang hingga 3.000 MMSCFD pada 2030.
Selain itu, produksi kondensat ditargetkan mencapai 90.000 barel per hari pada 2028 dan meningkat menjadi 150.000 barel per hari pada 2029—2030.
Adapun, Searah saat ini mengembangan proyek North Hub dan South Hub yang diproyeksikan menghasilkan gas hingga 2—3 miliar kaki kubik gas per hari (BSCFD) dan kondensat sekitar 200.000 barel per hari (bph).
Proyek Kutei North Hub mencakup pengembangan Lapangan Geng North di WK North Ganal dan Lapangan Gehem di WK Rapak.
Rencana pengembangan atau plan of development (PoD) yang disetujui disebut bakal memberikan investasi sekitar US$17,4 miliar sekitar Rp311,61 triliun.
(azr/wdh)























